IMPLEMENTASI PROGRAM BPJS KESEHATAN RUANG RAWAT INAP TINGKAT LANJUTAN (Studi Kasus Ruang Rawat Inap Kelas III RSUD Abdul Wahab Syahranie Kota Samarinda)

ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Program BPJS Ruang Rawat Inap Tingkat Lanjutan dan untuk mengetahui faktor penghambat  implementasi Program BPJS Kesehatan Rawat Inap Tingkat Lanjutan kelas III di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie Kota Samarinda.
Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini yaitu implementasi program BPJS Kesehatan rawat inap tingkat lanjutan: yang meliputi pelaksanaan administrasi pelayanan, pelaksanaan tindakan medis, dan pelaksanaan pelayanan obat dan bahan medis habis pakai dan faktor penghambat program rawat inap tingkat lanjutan. Sumber data primer dalam penelitian ini terdiri atas Key Informan yaitu Kepala ruang Flamboyan dan informan penelitian yakni peserta, perawat, dan staf ruang Flamboyan yang diperoleh melalui metode Purposive Sampling. Data dikumpulkan melalui, kepustakaan, observasi, wawancara dan penelitian lapangan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model interaktif yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa RSUD Abdul Wahab Syahranie Kota Samarinda khususnya ruang kelas III Flamboyan memiliki peranan penting dalam memberi pelayanan kesehatan terhadap seluruh pasien khususnya peserta BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya Kota Samarinda, meskipun pelaksanaannya belum mencapai 100% karena belum memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun proses pelaksanaannya sudah cukup baik dan sesuai dengan peraturan BPJS Kesehatan yang berlaku dan SOP yang ada. Untuk faktor penghambatnya yakni, masih ada peserta BPJS yang tidak mengerti alur pelayanan, fasilitas yang tidak sesuai dengan banyaknya pasien dan masih ada beberapa perawat yang masih bersekolah tetapi praktek di ruangan tersebut.
Dalam proses administrasi pelayanan pihak rumah sakit khususnya di bidang administrasi  supaya benar-benar memperhatikan tiap–tiap pelayanan administrasi yang diberikan dan semudah mungkin sesuai prosedur. Perawat dan dokter seharusnya memiliki pendidikan yang sesuai dengan prosedur karena pelayanan ini berhubungan dengan hidup dan mati pasien. Sarana dan prasarana penunjang pelayanan obat-obatan dan bahan medis habis pakai diperbaharui.
Kata Kunci:  Implementasi Program BPJS Kesehatan
Penulis: Sony Jaya Saputera
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd150690

Artikel Terkait :