FENOMENA URBANISASI DI KALANGAN MASYARAKAT DESA (STUDI KASUS MASYARAKAT DESA TREMES, KECAMATAN SIDOHARJO, KABUPATEN WONOGIRI)
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui faktor
yang menyebabkan maraknya
fenomena urbanisasi dan untuk
mengetahui dampak yang
ditimbulkan dari fenomena urbanisasi terhadap masyarakat
desa. Penelitian ini
dilakukan di Desa Tremes,
Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten
Wonogiri, sebuah desa yang penduduknya banyak melakukan urbanisasi ke luar kota.
Dalam memahami fenomena urbanisasi, peneliti
menggunakan metode kualitatif. Peneliti menggunakan teknik
purposive sampling untuk memilih informan berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan
peneliti yaitu masyarakat yang
berurbanisasi ke luar
kota, keluarga yang anggotanya berurbanisasi, dan
masyarakat sekitar. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan cara
observasi dan wawancara.
Validitas dan reliabilitas
data pada penelitian
ini diperkuat dengan trianggulasi data. Proses analisis data menggunakan
konsep analisis Miles dan Huberman yang melalui empat tahap penyusunan yaitu
tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan
ada beberapa faktor
yang menyebabkan banyaknya urbanisasi di
kalangan masyarakat Desa
Tremes antara lain perekonomian di
Desa Tremeskurang stabil,
upah kerja di
desa yang rendah,
lapangan kerja di
desa kurang disukai
oleh aum muda, ingin mencari pengalaman hidup yang baru dan banyak
masyarakat yang tertarik kisah
sukses teman atau
saudara yang merantau.
Selain itu, ada
dampak yang ditimbulkan dengan banyaknya masyarakat Desa Tremes
yang berurbanisasi. Dampak positifnya terhadap keluarga yang
ditinggalkan adalah meningkatnya
perekonomian keluarga, perubahan pendidikan di
keluarga maupun pola
pikir keluarga tersebut,
sedangkan dampak negatifnya kekawatiran keluarga
di desa ini
seperti masalah kesehatan
dan keluarganya yang berurbanisasi tidak
bisa mencapai apa
yang diharapkan di
kota. Dampak positif
terhadap masyarakat sekitar antara
lain meningkatkan pembangunan
di desa, mengurangi pengangguran, persaingan antar
warga untuk menuju kesuksesan, masuknya budaya baru dan manfaat sosial bagi
masyarakat sekitar, sedangkan dampak negatifnya antara lain minimnya tenaga produktif
di desa, merubah
kebiasaan masyarakat, dan
masyarakat lebih bersikap individualis.
Penulis: Rian Agung Pambudi
dan Puji Lestari, M. Hum
Kode Jurnal: jpsosiologidd150353