INTERAKSI SOSIAL ANTARA PERUSAHAAN KELAPA SAWIT PT GUNUNG SEJAHTERA PUTI PESONA DENGAN MASYARAKAT DESA ARGA MULYA KECAMATAN PANGKALAN BANTENG KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan mengelaborasi interaksi sosial
antara perusahaan kelapa sawit PT
Gunung Sejahtera Puti
Pesona dengan masyarakat
Desa Arga Mulya
Kecamatan Pangkalan Banteng Kabupaten
Kotawaringin Barat Kalimantan
Tengah. Elaborasiinteraksi
tersebut berupa bentuk interaksi, faktor
pendorong interaksi, proses interaksi dan
juga dampak dari interaksi yang dilakukan antara perusahaan dan masyarakat. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik
pengumpulan data utama berupa
wawancara aktif dan sumber data penunjang berupa observasi dan
dokumentasi. Teknik sampling
yang digunakan adalah
purposivesampling dengan kriteria
yakni beberapa orang
informan memiliki jabatan
tertentu seperti Kepala Desa,
Kepala Urusan Pemerintahan,
pemuka Agama, General
Afair, Composting, security. Validitas
data dalam penelitian
ini menggunakan metodetriangulasi. Teknik
analisis data menggunakan
model analisis interaktif
Miles dan Huberman yakni
pengumpulan data, reduksi
data, pengujian data
dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukkan terjadinya interaksi sosial antara perusahaan kelapa
sawit PT Gunung Sejahtera Puti Pesona
dengan masyarakat Desa Arga Mulya
adalah terbagi dalam beberapa aspek
yakni bentuk interaksi
sosial yang berupa
kerja sama seperti gotong royong,
akomodasi dalam menyelesaikan
perbedaan pendapat dan
juga kontravensi dalam bentuk protes.
Faktor pendorong interaksi adalah
adanya persamaan wilayah atau tempat tinggal, adan ya sikap saling membutuhkan
serta adanya dorongan untuk berkembang.
Proses interaksi sosial
yakni proses asosiatif
berupa kerja sama dalam berbagai bidang yaitu sosial,
ekonomi dan juga pemanfaatan lahan, serta terdapat proses akomodasi
yang ditandai dengan
jalinan kerja sama
antara perusahaan dan masyarakat guna meredakan pertentangan.
Terdapat pula proses disosiatif yang berupa kontravensi ditandai dalam bentuk protes masyarakat. Dampak adanya interaksi sosial adalah
berupa dampak positif yakni terjalin kerja sama yang baik, perkembangan dan pemanfaatan lahan,
terbukanya lapangan pekerjaan
dan tersedianya tenaga
kerja, pengetahuan dan pengalaman
serta beasiswa untuk
masyarakat Desa Arga
Mulya. Sedangkan dampak negatif dari
interaksi tersebut adalah kontravensi ditandai dengan perasaan tidak suka dan
juga bentuk protes dari masyarakat Desa Arga Mulya kepada perusahaan kelapa
sawit PT Gunung
Sejahtera Puti Pesona
akibat limbah yang ditimbulkan dari pabrik pengolahan
kelapa sawit.
Penulis: Uswatun Khasanah dan
Puji Lestari, M. Hum
Kode Jurnal: jpsosiologidd150354