TAFSIR SOSIAL ATAS NYABIS (Kebiasaan Berkunjung ke Ulama Atau Dukun oleh Nelayan Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi)
ABSTRAK: Penelitian ini
membahas tentang fenomena
nyabis, yakni kegiatan
mengunjungi ulama maupun dukun
yang dilakukan oleh
nelayan tangkap di
Desa Kedungrejo. Nelayan tangkap melakukan
nyabis untuk
keperluan-keperluan yang berkaitan
dengan aktivitas kenelayanannya
seperti keselamatan dan perolehan rejeki. Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan
oleh Peter Ludwig
Berger dan Thomas
Luckman mengenai konstruksi sosial untuk
menganalisis fenomena nyabis.
Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-interpretatif
dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah observasi
partisipan, wawancara terbuka,
dan dokumentasi, dengan enam
informan utama dan
empat informan pendukung.
Berdasarkan temuan di lapangan menunjukkan bahwa nyabisyang ada di kalangan nelayan Desa
Kedungrejo adalah hasil konstruksi sosial melalui proses obyektivasi, dimana
terjadi pelembagaan mengenai halhal yang berkaitan dengan nyabis. Munculnya
kesadaran mengenai sosok ulama, perahu, dan laut yang
kemudian memunculkan tindakan
nyabis yang termanifestasi ke
dalam berbagai kegiatan slametan,
mengawinkan perahu, nudus,
dan memasangi jimat
yang dapat ditipifikasikan oleh
nelayan lainnya. Proses internalisasi yang
dialami oleh nelayan terjadi di wilayah tempat tinggal dimana orang tua,
kyai, dan tetangga menjadi agennya. Sedangkan di wilayah tempat
kerja, elit nelayan
seperti pemilik perahu
dan juraghan menjadi
agennya. Selanjutnya terjadi proses
eksternalisasi sebagai hasil
dari internalisasi yang
dialami oleh masing-masing nelayan.
Bentuk eksternalisasi yang
dilakukan oleh nelayan
adalah melakukan nyabis
dengan mendatangi ulama
dengan tujuan mencari
barokah atau dengan mendatangi dukun atau paranormal
dengan tujuan mendapatkan rejeki.
Penulis: MOHAMAD FAUSI
Kode Jurnal: jpsosiologidd150235