Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ritual Sebagai Syarat Pengambilan Sarang Burung Walet (Studi Kasus Desa Karangbolong, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen)
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui
apa yang melatarbelakangi kepercayaan masyarakat terhadap ritual
dan dampak ritual tersebut terhadap masyarakat. Dan
mengetahui masyarakat mempercayai ritual pengambilan sarang burung walet
sebagai suatu yang sakral atau hanya hiburan rakyat. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif deskriptif. Subyek penelitian ditentukan menggunakan
teknik purposive sampling dan
snowball sampling. Kriteria
infoman yaitu masyarakat yang pernah ikut serta dalam pengambilan sarang burung
walet dan juga masyarakat sekitar desa Karangbolong. Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan observasi,
wawancara, dan analisis dokumen. Validitas dan reliabilitas data pada
penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Konsep analisis data interaktif
Miles dan Huberman mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data,
hingga penarikan kesimpulan digunakan dalam menganalisis data pada penelitian
ini. Berdasarkan penelitian Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ritual Sebagai Syarat
Pengambilan Sarang Burung walet di Desa Karangbolong, Kecamatan Buayan,
Kabupaten Kebumen, peneliti dapat menyimpulkan bahwa latar belakang masyarakat
desa Karangbolong percaya terhadap ritual dikarenakan bukti sejarah mengenai
Kyai Surti dalam bentuk tulisan dan juga cerita rakyat yang mengarah pada
masyarakat untuk mengadakan ritual sebelum dilakukan pengambilan sarang burung
walet. Kesakralan ritual semakin membuat masyarakat percaya terhadapritual di
Karangbolong. Terbukti dengan adanya korban ketika terjadi kesalahan dalam
ritual. Dampak dari dilakukannya ritual dapat terlihat dari segi materiil dan non
materiil. Bagi pengambil sarang burung walet mereka diuntungkan karena dengan
adanya ritual yang lancar hasil yang didapat juga akan melimpah, sehingga
mereka memperoleh gaji dari penjualan sarang burung walet yang dilakukan
Pemerintah Daerah Kebumen. Bagi masyarakat sekitar juga mendapat keuntungan
sendiri dengan memanfaatkan momentum ritual yang ramai dikunjungi untuk
berjualan. Untuk Pemerintah ritual dapat menjadi sebuah emasukan yang besar
jika sarang burung walet yang didapatkan melimpah. Dampak non materiil yang
terjadi seperti kerukunan dan gotong royong tercipta antara para pengambil
sarang burung walet, dan juga beberapa dari pengambil lebih tenang dalam
melakukan pengambilan sarang burung walet.
Penulis: Wachas Prayogi dan V.
Indah Sri Pinasti, M,Si
Kode Jurnal: jpsosiologidd150234