SANKSI RIDDAH PERSPEKTIF MAQÂSID AL-SHARI’AH

Abstrak: Riddah dalam literatur fiqih klasik dikategorikan sebagai jarimah hudud, dan diancam dengan hukuman mati. Persoalan yang mendasar hudud  dikonsepsikan sebagai  jarimah  dan hukuman yang telah ditentukan  secara  pasti  oleh  nass.  Berarti  hudud  meniscayakan  dalil yang  qat‘i  al-dalalah,  sedangkan  dalam  al-Qur‘an  tidak  ada  satu  ayat pun yang membahas hukuman duniawi untuk pelaku riddah, sebaliknya al-Qur‘an  justru  memberikan  jaminan  kebebasan  beragama  dan berkeyakinan  secara  mutlak.  Maqasid  al-shari‘ah  dipilih  sebagai pendekatan untuk melihat bagaimana tujuan, ruh, dan nilai-nilai esensial shari‘at dijadikan landasan dan patokan utama dalam penentuan hukum Islam.  Dengan  pendekatan  maqasid  al-shari‘ah,  diperoleh  kesimpulan bahwa  bukanlah  sikap  yang  bijak  ketika  mengadopsi  apa  yang ditetapkan  dalam  nass  secara  literal  dan  formal  legalistik  tanpa mengapresiasi  tujuan  serta  hikmah  terdalam  dari  hukum  tersebut. Riddah  yang  merupakan  persoalan  pribadi  antara  hamba  dengan Tuhan-Nya,  tidak  selayaknya  dikategorikan  sebagai  jarimah  hudud. Namun  sebagai  jarimah  ta‘zir,  riddah  bisa  dikenakan  hukuman maksimal (mati) jika disertai dengan kejahatan lain yang menurut hakim harus dijatuhi hukuman tersebut.
Kata Kunci: Riddah, sanksi, maqasid al-shari‘ah
Penulis: Imroatul Azizah
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd150033

Artikel Terkait :