SABAB AL-NUZUL DAN ASAS BERLAKU SURUT DALAM HUKUM PIDANA

Abstrak:  Al-Qur‟an  diturunkan  ada  yang  tidak  melalui  sebab  dan  ini lebih  banyak  daripada  yang  melalui  sebab  dan  ia  merupakan  wahyu yang  menjadi  petunjuk  Allah  bagi   umat  manusia  (hudan  li  al-nas). Sementara  itu,  ada  juga  yang  melalui  sabab  al-nuzul,  karena  adanya fatrat  min  al-rasul  (kekosongan  umat  manusia  dari  keberadaan  Nabi dan Rasul) dan mengandung beberapa hikmah yang dalam, terutama terkait dengan pemahaman ayat-ayat hukum dalam al-Qur‟an. Melalui tulisan  ini,  ditemukan  bahwa  banyak  manfaat  sabab  al-nuzul  terkait dengan ayat hukum, di antaranya dapat diketahui hikmah dan rahasia diundangkannya  suatu  hukum  dan  perhatian  shara‟  terhadap kepentingan  umum.  Dampak  sabab  al-nuzul  dengan  penerapan  asas berlaku  surut  (athar  raj‟i),  yaitu  hukum  yang  diturunkan  akan diberlakukan  sejak  peristiwa  hukum  (tindak  pidana)  itu  terjadi,  bukan sejak al-Qur‟an diturunkan, menurut kaidah sabab al-nuzul,  al-„ibrah bi khusus al-sabab, bukan  al-„ibrah bi „umum al-lafz, terkait dengan tindak pidana  yang  mengganggu  masyarakat  atau  kepentingan  umum. Sehingga,  menjadi  jelas  bahwa  asas  legalitas  tidak  selamanya diberlakukan dalam hukum pidana Islam maupun positif. Dalam kondisi tertentu  dapat  diberlakukan  surut  jika  tindak  pidana  mengganggu kepentingan  umum  dan  menguntungkan  pelaku  pidana  jika  terjadi perubahan  peraturan  dengan  menganalogkan  kepada  peristiwa terdahulu  melalui  pendekatan  sabab  al-nuzul,  bahkan  dalam  hukum pidana Islam lebih luas penerapan asas berlaku surut.
Kata Kunci: Sabab al-nuzul, khusus al-sabab, berlaku surut, muharabah
Penulis: Makinuddin
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd150032

Artikel Terkait :