RESPON MASYARAKAT DESA SITIMULYO TERHADAP PENGELOLAAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH (TPA) PIYUNGAN BANTUL YOGYAKARTA
Abstrak: Persoalan sampah,
terutama persoalan sampah rumah tangga merupakan persoalan penting yang harus
segera disikapi secara bijak. Selama ini pengelolaan sampah rumah dilakukan dengan
system sanitary landfill yaitu sampah harus diolah, dipadatkan dan ditimbun
setiap hari. Hal ini sesuai dengan Perda No 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan
Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga . Selama ini,
praktek tersebut belum bisa terrealisasikan secara maksimal karena sampah yang
ada di TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sampah ) dikerjakan setiap tiga hari
sekali. Hal ini bisa dilihat bagaimana keberadaan TPA di DIY yang berada di Desa
Sitimulyo Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul Yogyakarta. TPA Piyungan ada di
Desa Sitimulyo sejak tahun 1995 dan mulai aktif operasional tahun 1996. Lokasi
TPA tersebut dekat dengan pemukiman masyarakat di Dusun Ngablak Desa Sitimulyo
Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul Yogyakarta. Masyarakat Desa Sitimulyo
sebagai pihak langsung yang bersentuhan dengan kondisi pengelolaan TPA Piyungan
tentu saja mempunyai beragam
respon yang tentu
saja berbedabeda. Ada yang
mendukung dengan adanya TPA di karena bisa memberikan dampak ekonomi pada
masyarakat. Namun ada juga yang berpendapat kurang mendukung karena terkait dengan
pencemaran udara dan air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
respon masyarakat desa Sitimulyo terhadap Pengelolaan TPA Piyungan serta untuk
mengetahui kebijakan pemerintah Desa Sitimulyo terhadap pengelolaan TPA
Piyungan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori
interaksionisme simbolik Blumer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode penelitian kualitat if. Metode pengumpulan data dilakukan dengan
wawancara mendalam sebagai data primer dan penggunaan laporan, penelitian,
koran sebagai data sekunder. Metode analisis data dilakukan dengan telaah data,
reduksi data, serta penafsiran data. Hasil penelitian menunjukkan sebagai
berikut: Pertama, Pengelolaan TPA Piyungan yang berlokasi di Desa Sitimulyo sejak
tahun 1995 sampai sekarang telah menimbulkan respon yang bervariasi dari
masyarakat Desa Sitimulyo. Ada masyarakat yang merespon pro (setuju ) terhadap
pengelolaan TPA tersebut, namun ada juga yang kontra (tidak setuju ) terhadap TPA.
Perbedaan respon yang ada disebabkan karena ada masyarakat yang diuntungkan dan
dirugikan adanya TPA di Desa Sitimulyo. Kedua,Kebijakan pemerintah Desa
Sitimulyo terhadap pengelolaan TPA di Desa Sitimulyo lebih mengikuti aspirasi
masyarakat . Pemerintah Desa Sitimulyo akan mendukung jika masyarakat
menghendaki TPA diperpanjang tetapi akan juga akan menyampaikan kepada
Pemerintah provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta apabila masyarakat tidak menghendaki adanya TPA di Desa
Sitmulyo.
Penulis: Sulistyaningsih
Kode Jurnal: jpsosiologidd150230