PENDIDIKAN POLITIK KOALISI PEREMPUAN YOGYAKARTA WILAYAH YOGYAKARTA 2000-2008
Abstrak: Perempuan Indonesia
termarginalkan dalam proses pengambilan keputusan politik. Berbagai macam
organisasi perempuan menyadari pentingnya pendidikan politik bagi perempuan. Program
yang dilakukan oleh Koalisi Perempuan Indonesia fokus pada pendidikan polit ik.
Metode yang digunakan dalam penelitian
ini dengan melakukan
deskriptif, eksplorasi dan penjelasan eksplorasi untuk menjelaskan
hubungan berbagai macam isu. Penggalian data dilakukan dengan wawancara mendalam
sebagai data primer dan kajian literatur sebagai data sekunder. Teori yang
digunakan adalah gerakan sosial . Hasil penelitian menunjukan : (1) pendidikan
politik merupakan langkah jangka panjang sehingga perempuan memiliki visi
politik sebagai individu, kelompok dan warga negara. (2) ideologi dan nilai
yang berbeda pada KPI daerah Yogyakarta menyebabkan adanya masalah di lapangan.
KPI Yogyakarta sebagai sebuah gerakan tergantung pada aktor dan donor. (3) KPI
Yogyakarta menunjukan aktivitas dari kelas elit dan terdidik yang ditunjukan
dari manajemen, yang tidak menunjukan aktivitas kelas ekonomi lemah dan
pendidikan rendah. (4) hubungan antara perempuan dan donor yang kuat, tanpa adanya
kerjasama dalam jangka waktu panjang yang menjadikan ketergantungan gerakan
pada dana yang dikeluarkan donor dan berjalan sesuai keinginan donor. Hasil
penelitian menunjukan bahwa KPI Yogyakarta merupakan embrio dari gerakan sosial
baru, akan tetapi pertumbuhan gerakan ini perlu menyingkirkan kelemahan yang
muncul di tengah jalan: kesulitan membangun ideologi bersama, representasi
politik yang ditunjukan oleh organisasi elit, tidak adanya konsolidasi yang
berbasiskan organisasi, ketergantungan kepada donor dan ketidakmandirian dan
pembiayaan sukarela untuk menyelenggarakan pendidikan politik bagi perempuan.
Penulis: Sri Roviana
Kode Jurnal: jpsosiologidd150229