MAKNA SIMBOLIK SENI TARI PERANG (KANCET PEPATAI) SEBAGAI IDENTITAS DAYAK KENYAH DI DESA PAMPANG SAMARINDA
Abstrak: Penelitian ini yaitu
untuk mendeskripsikan dan menganalisis konteks sosial-budaya dari Tari Perang
“Kancet Pepatai”, serta aspek-aspek dari Tari Perang itu sendiri. Metode yang
digunakan adalah analisis Kualitatif deskriptif. Penelitian ini adalah penelitian
yang bermaksud memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek
penelitian, pada suatu konteks khusus yang ilmiah dan dengan memanfaatkan
berbagai metode ilmiah sejarah Tari Perang. Sumber data dan pengumpulan data
dalam penelitian ini menggunakan data primer dan wawancara yang diperoleh
secara langsung melalui naresumber yang diwawancarai berkompeten dalam memberi
informasi mengenai simbol dalam Tari Perang baik di dalam proses pentas tari
maupun di luar pentas, sedangkan data skunder data yang diperoleh melalui
data-data yang didapat dari sumber bacaan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Tari perang
(Kancet Pepatai) merupakan identitas di
mana tari Kancet Pepatai menggunaan tanda-tanda untuk menampilkan ulang sesuatu
yang diserap, diindra, dibayangkan, atau dirasakan dalam bentuk fisik. Tari
Kancet Pepatai juga salah satu praktek penting yang memproduksi kebudayaan,
kebudayaan merupakan konsep yang sangat penting. Tari perang ini merupakan
kejantanan dan keperkasaan pria dalam sebuah peperangan antara pahlawan Dayak
Kenyah dan musuhnya. Bagi masyarakat Dayak Tari Perang merupakan representasi
identitas sosial budaya Dayak khususnya Dayak Kenyah. Di mana identitas sosial
budaya tersebut memiliki makna simbolik. Simbol Tari Perang (Kancet Pepatai)
adalah kejantanan, keperkasaan seseorang lelaki yang bertempur dalam
peperangan, di mana ia harus mempertahankan wilayahnya dan tidak ingin
wilayahnya dikuasai oleh Negara lain.
Penulis: Penina Uring
Kode Jurnal: jpsosiologidd150213