ANALISIS MAKNA TATO TRADISIONAL ORANG DAYAK KENYAH DI DESA PAMPANG SAMARINDA
Abstrak: Makna tato pada
masyarakat Dayak Kenyah di Desa Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, Kota
Samarinda, selama bertahun-tahun tato merupakan bagian dari ritual tradisional
yang terhubung dengan peribadatan dan juga kesenian. Tato dipercaya sebagai
sesuatu yang sakral. Tato merupakan simbol ikatan pertalian yang tidak
terpisahkan hingga kematian. Oleh karena itu pembuatan tato tidak bisa dilakukan
sembarangan. Terdapat aturan-aturan tertentu dalam pembuatan tato, baik pilihan
gambar, struktur sosial orang yang ditato, maupun penempatan tatonya.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan
makna tato orang Dayak Kenyah di Desa Pampang Kota Samarinda. Pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi yaitu wawancara, observasi, dan
kajian dokumentasi. Langkah-langkah analisis data setelah data terkumpul
meliputi reduksi data, melihat hubungan antar variabel atau fenomena, dan
menarik kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif tato melambangkan kehidupan
dunia atas, dunia tengah, dan dunia atas. Motif tato dunia atas seperti burung
enggang hanya boleh dipakai oleh kaum bangsawan dan tidak boleh dipakai oleh
rakyat biasa. Rakyat biasa hanya boleh memakai tato dengan motif dari dunia
tengah dan dunia bawah. Tato pada suku Dayak Kenyah yang paling disukai adalah
motif tato asu (anjing) dan motif orang. Makna tato pada suku Dayak Kenyah
adalah sebagai obor menuju alam keabadian. Pada saat ini terjadi pergeseran
minat pada kaum muda dalam memakai tato disebabkan oleh keyakinan beragama dan
kemajuan zaman.
Saran yang diberikan kepada peneliti selanjutnya adalah menambah nara
sumber dari tetua-tetua adat Dayak Kenyah atau sub suku Dayak lainnya di luar
Desa Pampang.
Penulis: Martinus Ngau
Kode Jurnal: jpsosiologidd150214