POLA KERJA PEMULUNG DAN RELASINYATERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL SERTA KESEJAHTERAAN PEMULUNG DI TPA BUKIT PINANG SAMARINDA
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui Pola Kerja
Pemulung dan Relasinya Terhadap Kehidupan Sosial serta Kesejahteraan Pemulung di TPA Bukit Pinang
Samarinda.Pemulung sebagai sektor informal perkotaan dinilai mampu menjadi
katalisator sekaligus katup pengaman ditengah ketidakmampuan negara menyediakan
lapangan pekerjaan.
Kehidupan pemulung ini berawal
dari sebuah keprihatinan atas kehidupan pemulung yang pada umumnya hidup di
kawasan yang kumuh dan menghadapi berbagai tindakan-tindakan yang dirasa tidak
manusiawi. Namun mereka masih dapat bertahan dengan segala peluang dan hambatan
yang ada. Bentuk hubungan kerja dan sosial yang terjadi diantara pemulung,
lapak, masyarakat, dan pemerintah menarik untuk dikaji karena hubungan ini
menjamin keberlangsungan berusaha dimana satu sama lainnya saling membutuhkan.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, penelitian
yang membahas tentang pola kerja yang
meliputi : Sistem pembagian kerja, Jam kerja, Jenis Barang yang dipulung dan
dikumpulkan, dan Pola distribusi barang sampai ke tingkat pengepul, relasi
kehidupan sosial dan kesejahteraan sosial pemulung. Teknik pengumpulan data
yaitu berawal dari pra penelitian dengan
mencari informasi melalui buku serta dilanjutkan dengan penelitian lapangan
dengan melakukan observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Penelitian
ini melibatkan pemulung, pengepul, aparatur kelurahan dan petugas TPA atau
Tempat Pembuangan Akhir.
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pemulung disekitar lokasi
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Bukit Pinang Kecamatan Samarinda Ulu,
memiliki pola kerja sebagai berikut : ada pembagian kerja, dimana aktivitas
memulung dilakukan secara berkelompok dengan anggota kelompok yang berbeda, Jam
kerja pemulung tidak ditentukan, pemulung bebas datang kapan saja dan jam
berapa saja, Jenis Barang yang dipulung
dan dikumpulkan adalah barang daur ulang seperti kardus bekas, besi, alumunium,
plastik, botol terutama botol bir dan lain-lain, Pola distribusi barang sampai
ke tingkat pengepul Setelah semua banyak dan terkumpul baru kemudian disetorkan
atau dijual ke pengepul. Pemulung dapat menerima kehidupan sebagai pemulung
sebagai sebuah realitas sosial Kesejahteraan Pemulung relatif cukup baik atau
cukup sejahtera
Penulis: Yusuf
Kode Jurnal: jpsosiologidd150212