STUDI KOMPARATIF PERILAKU BUANG AIR BESAR PADA MASYARAKAT YANG TELAH DAN BELUM MENERAPKAN PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DI KECAMATAN INDERALAYA
ABSTRAK: Sanitasi merupakan
salah satu tantangan bagi negara berkembang. Menurut, laporan MDG tahun 2007,
sekitar 70 juta orang masih mempraktikan buang air besar sembarangan. Hasil
studi ISSDP 47% masyarakat berperilaku buang air besar ke tempat terbuka. Hal
ini tentunya berkontribusi terhadap tingginya angka – penyakit berbasis
sanitasi seperti diare. Sebagai bentuk intervensi yang telah dilakukan
pemerintah adalah program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat(STBM). Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku buang air besar (BAB), antara
masyarakat yang telah dan belum menerapkan program STBM di Kecamatan Inderalaya
tahun 2010.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan
cross sectional. Metode penelitian yang digunakan dengan menyebarkan kuesioner
pada masyarakat. Data dikumpulkan dan diolah dengan menggunakan program SPSS
dan dilakukan analisis univariat dan bivariat dan multivariat. Sampel
penelitian adalah masyarakat Desa Ulak Segelung (STBM) yang berjumlah 74 orang dan masyarakat Desa
Tanjung Agung (Non STBM) yang berjumlah 72 orang.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan
yang signifikan pengetahuan,(Pvalue<0,0001), sikap(Pvalue <0,0001),
ketersedian jamban (Pvalue <0,0001) dan perilaku (Pvalue <0,0001), antara
masyarakat Desa Ulak Segelung (STBM) dan
masyarakat Desa Tanjung Agung (Non STBM).
Kesimpulan: Hasil analisis regresi logistik menunjukan bahwa variabel
pengetahuan (Pvalue <0,0001) merupakan variabel dominan yang mempengaruhi
perilaku masyarakat.
Penulis: Resti Irmalasari,
Najmah, Nur Alam Fajar
Kode Jurnal: jpkesmasdd110170