HUBUNGAN KARAKTERISTIK PEJAMU TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI KLINIK DOTS RSUD DR IBNU SUTOWO BATURAJA
ABSTRAK: Tuberkulosis Paru
disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis yang kemudian menjadi salah satu
penyebab kematian utama di dunia. Secara Global, Indonesia menempati urutan
ketiga terbesar untuk kasus TB Paru. Berdasarkan konsep segitiga epidemiologi,
pejamu merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit termasuk TB Paru.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pejamu terhadap
kejadian Tuberkulosis Paru.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang didesain
berdasarkan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 44 orang, sehingga
sampel merupakan seluruh bagian dari populasi. Hasil analisis bivariate akan
disajikan dalam bentuk tabel silang.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang
bermakna antara jenis kelamin (p-value = 0,030; RP = 5,833), pendidikan formal
(p-value = 0,041; RP = 4,5), pekerjaan
(p-value = 0,034; RP = 6,9) dan status gizi (p-value = 0,016 ; RP = 5,9)
terhadap kejadian TB Paru. Tidak ada hubungan antara umur (p-value = 1,000; RP
= 1,2), status perkawinan (p-value = 0,360; RP = 0,5), penghasilan (p-value =
1,000; RP = 1,1) dan penyakit penyerta (p-value = 0,582; RP = 1,9) terhadap
kejadian TB Paru.
Kesimpulan: Disarankan bagi penderita untuk memperbaiki faktor risiko
yang dapat dikendalikan seperti status gizi yakni dengan mengkonsumsi makanan
yang bergizi untuk menjaga ketahanan tubuh.
Penulis: Fenny Etrawati,
Asmaripa Ainy, Misnaniarti
Kode Jurnal: jpkesmasdd110169