Strategi Optimasi Sistem Manajemen Risiko Pembiayaan pada Bank Jabar Banten Syariah
ABSTRAK: Salah satu indikator
keberhasilan suatu bank dalam mengelola risiko pembiayaan adalah tingkat Non
Performing Financing (NPF). Pada
tiga tahun terakhir
tren NPF BJB
Syariah terus mengalami peningkatan, maka diperlukan suatu
penelitan mengetahui tingkat dan profil risiko yang dihadapi oleh BJB Syariah.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis tingkat risiko pembiayaan yang
dihadapi oleh BJB Syariah dan (2) Menganalisis, mengkaji pengelolaan dan
pengendalian berupa program mitigasi risiko pembiayaan yang dihadapi oleh BJB
Syariah. Untuk menganalisis tingkat risiko kredit atau pembiayan yang dihadapi
oleh BJB Syariah digunakan metode CreditRisk+, sementara itu untuk mengkaji pengelolaan
dan pengendalian risiko pembiayaan digunakan analisis internal dan eksternal,
analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats) dan Analytical
Hierarchy Process (AHP). Hasil yang didapatkan adalah profil dan tingkat risiko
pembiayaan BJB Syariah masih tergolong aman. Hal ini terlihat dari
expected loss periode
2012-2014 masih tertutupi
oleh Penyisihan Pencadangan
Aktiva Produktif (PPAP) yang
telah dilakukan oleh
BJB Syariah. Strategi
yang paling optimum
adalah peningkatan peran Direktur
dalam membuat kebijakan
strategik pembiayan seperti
penyebaran portofolio
pembiayaan pada sektor-sektor
industri yang memiliki
prospek usaha cukup
sehat, menciptakan penilaian kelayakan calon debitur yang lebih
hati-hati dan tepat sasaran serta memperkuat penilaian karakter calon debitur
melalui penggunaan biro kredit hingga metode scorecard.
Penulis: Adnan Sharif, Abdul
Kohar Irwanto dan Tubagus Nur Ahmad Maulana
Kode Jurnal: jpmanajemendd150540