PENGARUH METODE PENGOLAHAN (JUICING DAN BLENDING) TERHADAP KANDUNGAN QUERCETIN BERBAGAI VARIETAS APEL LOKAL DAN IMPOR (MALUS DOMESTICA)
Abstrak: Quercetin merupakan
salah satu flavonoid yang dipercaya dapat melindungi tubuh dari beberapa
penyakit degeneratif dengan mencegah proses peroksidasi lemak. Apel merupakan
buah yang kaya kandungan quercetin, banyak dikonsumsi oleh masyarakat, serta
mudah didapatkan. Kandungan quercetin berbeda pada setiap buahnya, bergantung
pada varietas, proses pengolahan, kondisi pertumbuhan, nutrisi tanaman, dan
lama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses
pengolahan (juicing dan blending) terhadap kandungan quercetin pada berbagai
varietas apel lokal dan impor (Malus domestica). Kandungan quercetin diukur
dari 4 varietas apel yang berbeda yaitu untuk apel lokal diwakili oleh varietas
Rome beauty dan manalagi, sedangkan untuk apel impor diwakili oleh varietas
fuji dan Red delicious yang masing-masing dibagi dalam 3 kelompok, yaitu
kelompok 1 apel segar sebagai kontrol, kelompok 2 jus apel (juicing), dan
kelompok 3 smoothie apel (blending). Penelitian ini menggunakan desain
eksperimental laboratorik. Unit eksperimen penelitian dipilih dengan
menggunakan metode RAK dengan 3 kali replikasi. Pengukuran kandungan quercetin
dianalisis dengan menggunakan metode ekstraksi sampel dalam larutan etanol dan
spektrofotometer. Berdasarkan hasil penelitian, apel segar mengandung quercetin
paling banyak, diikuti oleh jus apel (juicing), dan smoothie apel (blending).
Sedangkan varietas apel yang paling banyak mengandung quercetin adalah apel
Rome beauty, diikuti oleh manalagi, fuji, dan Red delicious. Berdasarkan hasil
tersebut, dapat disimpulkan bahwa varietas apel dan proses pengolahan yang
berbeda dapat mempengaruhi kandungan quercetin apel segar dan jus apel secara
signifikan (p < 0.05).
Penulis: Anggun Rindang
Cempaka, Sanarto Santoso, Laksmi Karunia Tanuwijaya
Kode Jurnal: jpkesmasdd140326