Kesesuaian Penerapan Manajemen Mutu Ikan Pindang Bandeng (Chanos chanos) Terhadap Standar Nasional Indonesia
ABSTRAK: Pengolahan hasil
perikanan memegang peranan
penting dalam kegiatan
pasca panen, mengingat hasil perikanan
merupakan komoditi yang
sifatnya mudah rusak.
Oleh karena itu
diperlukan penanganan cepat dan
tepat untuk menjaga
mutunya. Memasuki era
Asean Economic Community
(AEC) pada tahun 2015 sektor industri perikanan tak kalah penting dari
sektor lainnya, maka produk perikanan bermutu dan memiliki daya saing sangat
diperlukan, agar mampu bertahan dan bersaing di pasar global. Salah satu
unit pengolahan ikan
di Kabupaten Bogor
adalah UKM Cindy
Group. UKM ini
telah menerapkan cara pengolahan
ikan secara modern
dan mengikuti standar
program kelayakan dasar pengolahan ikan. Tujuan penelitian ini
adalah: Menganalisis tingkat penerapan
kelayakan dasar GMP (Good
Manufacturing Practice) dan
SSOP (Sanitation Standard
Operating Procedures) pengolahan
ikan pindang bandeng di
UKM Cindy Group
Menganalisis kesesuaian mutu
setiap karakteristik ikan pindang
bandeng yang diproduksi
oleh Cindy Group
terhadap persyaratan SNI
Ikan Pindang No. Metode
penelitian bersifat deskriptif,
dengan responden 30
orang menurut teknik
penarikan contoh purposif. Hasil
penilaian terhadap tingkat
penerapan kelayakan dasar
(GMP dan SSOP) menggunakan daftar
penilaian Unit Pengolahan
Ikan (UPI) yang
diterbitkan oleh Ditjen
P2HP tahun 2007 menunjukkan
bahwa Cindy Group
memperoleh SKP dengan
rating “B”, disebabkan adanya beberapa penyimpangan
yang terjadi, yaitu
4 penyimpangan minor,
2 penyimpangan mayor,
dan 1 penyimpangan serius.
Secara Organoleptik dan
kimia, pada umumnya
mutu produk ikan
pindang bandeng sudah memenuhi
standar mutu menurut
Standar Nasional Indonesia
(SNI). Hasil uji organoleptik menggunakan
uji hedonik menunjukkan
nilai rataan di
atas angka 7.
Secara keseluruhan, tingkat penerapan
program kelayakan dasar
pada pengolahan ikan
pindang bandeng Cindy
Group sudah cukup baik. Persentase tingkat penerapan kelayakan dasar
92%, sehingga secara umum produk ini layak untuk didaftarkan ke Badan
Standarisasi Nasional (BSN) agar dapat mencantumkan label SNI pada kemasan produknya.
Penulis: Elis Masrifah,
Bambang Pramudya Noorachmat, Anggraini Sukmawati
Kode Jurnal: jpmanajemendd150543