Kajian Efektivitas Implementasi Program Demonstration Farm di Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang
ABSTRAK: Usaha budi
daya udang dalam
beberapa tahun terakhir
ini mengalami berbagai
permasalahan, baik yang bersifat teknis maupun non teknis sehingga
menyebabkan lahan tambak tidak berfungsi (idle). Pada tahun 2012 Kementerian
Kelautan dan Perikanan merumuskan
program kegiatan revitalisasi yang difokuskan pada
rehabilitasi saluran tambak
melalui Demonstration Farm
(Demfarm). Tujuan kajian adalah
untuk menganalisis efektivitas
implementasi program Demfarm
di Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang. Data analisis menggunakan analisis
kualitatif, kuantitatif, analisis SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities,
dan Threats), dan AHP (Analytical Hierarcy Process). Hasil kajian implementasi Demfarm di
Kecamatan Blanakan Kabupaten
Subang cukup efektif.
Wilayah Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang
merupakan area tambak
udang yang ideal,
penerapan teknologi Demfarm
mampu meningkatkan
produktifitas tambak dari
0- ton/ha menjadi
7- , ton/ha, serta
terjalinnya sistem kemitraan antara
petambak dengan pihak
swasta. Usaha tambak
udang memiliki IFE
0,148 dan EFE ,495,
faktor terpenting pengembangan
usaha tambak udang
di Kecamatan Blanakan
Subang adalah teknologi dengan
nilai 0,341. Usaha udang layak dikembangkan, nilai Benefit Cost Ratio (B/C ratio) > 1,
Net Present Value
(NPV) yang dihasilkan
> 0 Break
Event Point (BEP)
produksi terendah kg dan tertinggi kg selanjutnya BEP harga terendah Rp dan tertinggi Rp . .
Penulis: Sofyan Rahman, Aida
Vitayala S Hubeis, dan Wini Trilaksani
Kode Jurnal: jpmanajemendd150544