KANDUNGAN VINKRISTIN PADA KULTUR KALUS Catharaanthus roseus (L) G. DON YANG DIBERI PERLAKUAN TRIPTOFAN DAN VINDOLIN
ABSTRAK: Catharanthus roseus
(L) G. Don yang disebut juga tanaman tapak dara merupakan tanaman yang banyak
dibudidayakan selain sebagai tanaman hias juga berkhasiat obat. Senyawa
kelompok alkaloid dari tanaman ini telah diisolasi dan dijadikan obat anti
kanker, yaitu vinblastin dan vinkristin. Vinblastin dan vinkristin adalah
senyawa alkaloid yang sangat kecil dihasilkan dalam tanaman. Produksi alkaloid
dari Catharanthus roseus (L) G. Don
Vinkristin terbentuk dari gabungan katarantin dengan vindolin, karena
itu diharapkan dengan vindolin dapat meningkatkan kandungan vinkristin.
Penelitian dilakukan untuk mengetahui Kandungan
Vinkristin pada Kultur Kalus Catharanthus roseus (L) G. Don yang diberi
Perlakuan Triptofan dan Vindolin. Rancangan penelitian yang digunakan adalah
Rancangan Acak Lengkap (RAL) secara faktorial dengan perlakuaan kombinasi triptofan (0, 0,75 dan
150 mg/L) dan vindolin (0, 0,2, 0,4 dan 0,6 mg/L). Kandungan Vinkristin
ditentukan dengan menggunakan metoda Kromatografi Cair Kinerja Tingggi (KCKT).
Berdasarkan hasil KCKT dibuat kurva standar dan persamaan regresi yang
menggambarkan hubungan antara konsentrasi vinkristin standar terhadap luas
area. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini membuktikan perlakuan triptofan
dan vindolin mempengaruhi kandungan vinkristin. Kandungan vinkristin tertinggi
berada pada perlakuan T1V0 (Triptofan 75 mg/L dan Vindolin 0 mg/L), yaitu sebesar
2,352 µg/g bk.
Penulis: Ellen Lombonbitung
Kode Jurnal: jpfarmasidd150141