Hubungan Karakteristik, Aktivitas Seks, Kontrasepsi, Vaginal Douching dengan Infeksi Menular Seksual Pada Pekerja Seks Komersial Di PSKW Mulya Jaya Pasar Rebo Jakarta Tahun 2011

Abstrak: Di  Indonesia,  infeksi  menular  seksual  yang  paling  banyak  ditemukan  adalah  syphilis  dan  gonorrhea. Prevalensi  infeksi  menular  seksual  di  Indonesia  sangat  tinggi  ditemukan  di  4  Kota  yaitu  Bandung,  Surabaya, Jakarta dan Medan. Peningkatan penyakit ini terbukti sejak tahun 2003 meningkat 15,4% sedangkan pada tahun 2004  terus  menunjukkan  peningkatan  menjadi  18,9%,  sementara  pada  tahun  2005  meningkat  menjadi  22,1%. Kecenderungan  kian  meningkatnya  penyebaran  penyakit  ini  disebabkan  perilaku  seksual  yang  berganti-ganti pasangan,  adanya  hubungan  seksual  pranikah  dan  diluar  nikah  yang  cukup  tinggi.Tujuan  penelitian  ini  untuk mengetahui  hubungan  antara  karakteristik,  aktivitas  seks,  vaginal  doching,  kontrasepsi  terhadap  kejadian  IMS pada PSK di PSKW Mulya Jaya Pasar Rebo Jakarta Timur Tahun 2011. Desain yang digunakan survey bersifat deskriptif dan desain penelitian crosssectional pada 52 PSK. Analisis data dengan Chi Square dan regresi logistik berganda.Hasil  analisis  menunjukan  variabel-variabel  yang  mempunyai  hubungan  bermakna  dengan  penyakit IMS  adalah  umur  (P  value  =  0,036),  pendidikan  (P  value  =  0,025)  dan  penggunaan  kontrasepsi  (P  value  = 0,043).  Kesimpulan  bahwa  dari  17  wanita  pekerja  seks  yang  terkena  IMS  hampir  semuanya  berupa  syphilis, gonorrhea  dan  chlamydia.  Variabel  umur,  pendidikan  dan  penggunaan  kontrasepsi  berhubungan  terhadap kejadian  IMS  pada  wanita  pekerja  seks.  Saran    diharapkan  ke  depannya  akan  masuk  mata  ajaran  mengenai interaksi  sosial,  pengembangan  kelompok,  dukungan  sosial  dan  konseling  dengan  metode  studi  lapangan terhadap berbagai macam kelompok-kelompok yang ada di masyakat untuk pembelajaran bagi para mahasiswa/i. 
Kata Kunci: Wanita Pekerja Seks dan Kejadian IMS
Penulis: Royani Chairiyah, Warsiningsih
Kode Jurnal: jpkeperawatandd150135

Artikel Terkait :