Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rupture Perineum pada Ibu Bersalin di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur Periode Januari-Mei 2013

Abstrak: Robekan jalan lahir merupakan penyebab kedua  perdarahan post partum setelah atonia uteri dan sering terjdi  pada  primipara  karena  pada  saat  proses  persalinan  tidak  mendapat  pegangan  yang  kuat  sehingga menimbulkan  robekan  pada  perineum  (Bone  Selatan,  2012).  Data  Puskesmas  Kecamatan  Kramat  Jati  Jakarta Timur,  persalinan  normal  tahun  2011  sebanyak  559  orang  didapatkan    kasus  rupture  perineum  sebanyak  430 orang (60%), sedangkan tahun 2012 persalinan  normal sebanyak 538 orang dengan rupture perineum sebanyak 373 orang (69%). Angka kejadian rupture perineum di Puskesmas Kramat Jati Jakarta Timur semakin meningkat periode  Januari-Mei  2013  yang  bersalin  179  orang  dengan  jumlah  rupture  perineum  138  orang  (  77%  ),  ruptur perineum  grade  I-II  87%  dan  grade  III-IV  13%.  Tujuan  penelitian  ini  untuk  mengetahui  faktor  yang mempengaruhi  ibu  bersalin  dengan  kejadian  rupture  perineum  di  Puskesmas  Kecamatan  Kramat  Jati  Jakarta Timur  periode  Januari  –  Mei  2013.  Penelitian  ini  menggunakan  metode  analitik  dengan  jumlah  responden  138 orang.  Hasil  penelitian  yaitu  distribusi  frekuensi  rupture  perineum  sebanyak  138  orang  (77%),  tidak  ada hubungan bermakna antara umur ibu terhadap kejadian rupture perineum, dengan nilai P value yaitu 0,692 atau ≥ 0,05, ada hubungan bermakna antara berat badan bayi terhadap kejadian rupture perineum, dengan nilai P value yaitu 0.000 atau ≤ 0,05, ada hubungan bermakna antara paritas terhadap kejadian rupture perineum, dengan nilai P value yaitu 0.033 atau ≤ 0,05.  Dari  hasil  penelitian  berdasarkan  tiga  variabel  dependent  dalam  penelitian  ini adalah  variabel  berat  badan  bayi  2500-4000  gram  terhadap  rupture  perineum  Grade  I-II  sebanyak  118  bayi (93,7%). Saran untuk puskesmas diharapkan agar meningkatkan upaya pencegahan terjadinya rupture perineum dengan  memberikan  konseling  pada  ibu  bersalin  bagaimana  meneran  yang  benar  agar  tidak  terjadi  rupture perineum  dan  memberikan  motivasi  pada  ibu  hamil  untuk  melakukan  senam  hamil  dan  pijat  perineum  untuk mengurangi kejadian rupture perineum. 
Kata kunci: Ibu Bersalin, Rupture Perineum
Penulis: Royani Chairiyah, Warsiningsih
Kode Jurnal: jpkeperawatandd150135

Artikel Terkait :