FORMULASI VITAMIN C MENGGUNAKAN SISTEM NIOSOM SPAN 80 DALAM SEDIAAN GEL UNTUK MENINGKATKAN STABILITAS DAN PENETRASINYA SECARA IN VITRO

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sistem penghantaran obat yang dapat meningkatkan stabilitas dan penetrasi dari Vitamin C yaitu dengan sistem niosom Span 80. Metode: Span 80 divariasikan ke dalam tiga konsentrasi, yaitu formula I (100 µmol), formula II (200 µmol) dan formula III (300 µmol). Pembuatan niosom dilakukan menggunakan metode Klasik Hidrasi Lapis Tipis. Uji yang dilakukan meliputi uji efisiensi penjerapan, pengamatan morfologi niosom, uji stabilitas dan uji difusi secara in vitro. Pengujian efisiensi penjerapan dilakukan dengan metode membran dialisis. Niosom diformulasikan dalam sediaan gel dengan menggunakan basis gel HPMC 8 % dan sebagai pembanding digunakan sediaan gel vitamin C tanpa niosom. Pengamatan morfologi niosom dilakukan menggunakan mikroskop cahaya. Uji stabilitas sediaan meliputi pengamatan organoleptis, pengujian pH, dan penetapan kadar. Uji difusi secara in vitro menggunakan sel difusi Franz. Hasil: Hasil efisiensi penjerapan menunjukkan konsentrasi Span 80 yang paling optimum yaitu pada formula I (100 µmol) sebesar 99,1243 % ± 0,0255. Niosom yang terbentuk berukuran 0,3-4 μm. Hasil uji stabilitas selama 28 hari menunjukkan sediaan gel niosom vitamin C memiliki stabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan sediaan gel vitamin C di mana gel niosom vitamin C memiliki kadar 82,7716 % ± 5,1312 sedangkan gel vitamin C memiliki kadar 71,8330 % ± 3,0261. Hasil uji difusi selama 8 jam menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara sediaan gel niosom vitamin C. Kesimpulan: Sistem niosom Span 80 yang dapat meningkatkan stabilitas vitamin C
Kata kunci: Vitamin C, niosom, span 80, stabilitas dan penetrasi
Penulis: Nina Listiyana
Kode Jurnal: jpfarmasidd150184

Artikel Terkait :