EFEKTIVITAS PERASAN DAUN PEPAYA TERHADAP AKTIVITAS FIBROBLAS PASCA PENCABUTAN GIGI PADA TIKUS WISTAR JANTAN

ABSTRAK: Sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia sudah sering menggunakan tanaman herbal sebagai pilihan dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit, salah satunya adalah daun pepaya yang digunakan dalam menyembuhkan luka. Daun pepaya memiliki kandungan vitamin C yang tinggi sebanyak 140mg/100 gram daun pepaya. Tubuh manusia membutuhkan 100 – 1000 mg vitamin C untuk mendukung penyembuhan luka dengan memengaruhi peningkatan sel fibroblas.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas perasan daun pepaya terhadap aktivitas  fibroblas pasca pencabutan gigi pada tikus wistar jantan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain posttest only control group design. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado pada bulan Juli 2015. Populasi yang digunakan pada penelitian adalah tikus Wistar (Rattus norvegicus) dengan jenis kelamin jantan dengan kriteria sampel umur 3 bulan, berat badan 200 – 250 gram, tikus dalam keadaan sehat dengan ditandai dengan aktifnya gerakan tikus. Penelitian menggunakan sampel sebanyak 10 ekor tikus. Randomisasi 10 ekor dibagi kedalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Jumlah sel fibroblas diambil dari pengamatan potongan jaringan kelompok pada jaringan yang mengitari soket gigi yang mendapatkan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah rata-rata sel fibroblas yang diberikan perasan daun pepaya pasca pencabutan gigi yaitu 68,2 sel fibroblas dan jumlah rata-rata sel fibroblas yang diberikan aquades yaitu 40 sel fibroblas. Kesimpulan penelitian, perasan daun pepaya memiliki efektivitas dalam meningkatkan jumlah fibroblas pasca pencabutan gigi pada tikus Wistar jantan.
Kata kunci: Daun pepaya, pencabutan gigi, fibroblas, tikus
Penulis: Ryan S. Sorongan
Kode Jurnal: jpfarmasidd150132

Artikel Terkait :