EFEK DIET TINGGI KARBOHIDRAT DAN DIET TINGGI LEMAK TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN KEPADATAN SEL BETA PANKREAS PADA TIKUS WISTAR
Abstrak: Sindroma metabolik
yang ditandai dengan abdominal obesity, resistensi insulin, dislipidemia,
perubahan tekanan darah, dan obesitas, prevalensinya semakin meningkat setiap
tahun, serta disinyalir sebagai penyebab tingginya penyakit diabetes mellitus
tipe 2, penyakit kardiovaslular, dan kematian, baik di negara maju maupun
berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari pemberian diet
tinggi karbohidrat dibandingkan dengan diet tinggi lemak terhadap kadar glukosa
darah dan kepadatan sel beta pankreas
tikus Rattus novergicus strain wistar. Kadar glukosa darah diukur dengan
menggunakan metode Glukose Oksidase (GOD-PAP); kepadatan sel Sel-β pankreas
dihitung jumlahnya menggunakan mikroskop elektron dalam 20 lapang pandang
dengan perbesaran 1000 x. Diet tinggi karbohidrat dan diet tinggi lemak diberikan
secara isokalori selama 12 minggu, dengan komposisi: diet tinggi karbohidrat
(80,57%; 14% protein; dan 5,41% lemak); diet tinggi lemak (55,63% karbohidrat;
14,25% protein; dan 30,10% lemak). Kadar glukosa darah puasa berbeda signifikan
antar kelompok perlakuan (p=0.000); rerata kadar glukosa darah puasa darah
tertinggi terdapat pada kelompok (P2) 293.57 mg/dl. Kepadatan sel beta pankreas
berbeda signifikan antar kelompok perlakuan (p=0.000); rerata kepadatan sel
beta pankreas terkecil terdapat pada
kelompok (P2) 45,06 mm2. Diet tinggi karbohidrat dan diet tinggi lemak,
keduanya menstimulasi perubahan kadar glukosa darah dan mengurangi kepadatan
sel beta pankreas pada tikus wistar jantan.
Penulis: Mira Mutiyani, Djoko
Wahono Soeatmadji, Bernadus Rudy Sunindya
Kode Jurnal: jpkesmasdd140333