DARAH AMAN DAN PENDONOR DARAH SUKARELA
Abstract: Darah yang aman
diperoleh dari pendonor yang aman atau berkebahayaan rendah melalui penapisan
yang bersangkutan keberadaan infeksi. Salah satu langkah menurut WHO yang harus
dilakukan untuk menjaga keamanan darah adalah pengambilan darah hanya dari
pendonor sukarela yang tidak berbayar dan berasal dari populasi yang
berkebahayaan rendah serta dengan mengadakan tatalangkah pemilihan yang bersangkutan
secara ketat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan profil
pendonor darah di RSUP Fatmawati (RSF) Jakarta dan RSUP Dr. Sardjito (RSS)
Yogyakarta dengan cara melihat cirinya. Penelitian ini menggunakan rancangan
potong lintang, data diambil dari buku catatan pendonor dan database dalam
sistem keterangan pendonor antara 2011−2013. Data diolah secara deskriptif dan
disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Perbedaan rerata antara dua kelompok
diuji statistik dengan uji Student’s-t, dengan kemaknaan p<0,05. Berdasarkan
jenis pendonor darah, terlihat bahwa sebagian besar mereka merupakan pendonor
pengganti. Rerata persentase pendonor darah sukarela perbulan di RSF didapatkan
lebih tinggi secara bermakna dibandingkan dengan yang di RSS. Terdapat
peningkatan persentase pendonor sukarela pada tahun 2011, 2012 dan 2013
berturut-turut 32, 35 dan 54 (RSF) serta 12,18 dan 22 (RSS).
Penulis: Teguh Triyono,
Veronica Fridawati, Usi Sukorini, Budi Mulyono
Kode Jurnal: jpkedokterandd140518