BRAIN DERIVED NEUROTROPHIC FACTOR (BDNF) PASCA CIDERA KEPALA BERAT SEBAGAI FAKTOR PERAMALAN PERJALANAN PENYAKIT

Abstract: Kasus cedera kepala berat didapati ada tingkat primer dan sekunder. Kejadian cedera kepala sekunder menimbulkan dampak yang lebih berat dibandingkan dengan yang primer. Proses cedera kepala sekunder harus dicegah untuk mendapatkan hasil mengobati yang terbaik. Di samping itu ada kesulitan untuk menentukan apakah cedera kepala sekunder ini sudah begitu berat, sehingga pengobatan akan memberikan hasil yang percuma atau cederanya ini masih dalam tahap yang layak untuk ditolong, agar memberikan hasil yang baik. Dalam tatalaksana pengobatan diperlukan penentuan peramalan perjalanan penyakit yang teliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan faktor peramalan perjalanan penyakit yang teliti, mudah dan tidak invasif bagi pasien cedera kepala berat dengan cara membandingkan kekuatan dari waktu, yaitu setelah 24, 48, 72 dan 120 jam mendapat cedera. Di subjek penelitian ini dipasang monitor tekanan intrakranial pada 24 jam pertama pascacedera kepala. Pengambilan sampel cairan serebrospinal, untuk pemeriksaan Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF) dilakukan dalam empat kesempatan, yaitu pada 24 jam, 48, 72 dan 120 pascacedera kepala. Pengukuran BDNF dilakukan dengan menggunakan Enzyme linked immunosorbent assay. Seluruh subjek penelitian dinilai derajat hasilannya dengan menggunakan penggolongan Glasgow Outcome Scale (GOS) setelah tiga bulan pascacedera kepala. Hasil mengukur BDNF 48 jam pascacedera kepala, menunjukkan perbedaan yang bermakna, yaitu p<0,05 dalam menentukan GOS baik atau GOS buruk. Berdasarkan kajian ini dapat disimpulkan bahwa penderita dengan peningkatan BDNF pada 48 jam pasca trauma (>6,16pg/mL), memiliki peramalan perjalanan penyakit yang baik.
Keyword: Brain derived neurotrophic factor, prognostic factor, severe head injury
Penulis: Ridha Dharmajaya
Kode Jurnal: jpkedokterandd140517

Artikel Terkait :