Sistem Informasi Petir (SIP) Dengan Metode Lightning Distribution (LD) di Wilayah Sumatera Barat
Abstract: Paper ini memetakan
200 lokasi sambaran petir di daerah Sumatera Barat. Pemetaan lokasi sambaran
petir sebagai bagian dari Sistem Informasi Petir (SIP) dirancang dengan metode
Lightning Distribution (LD). Lokasi sambaran petir diperoleh menggunakan metode
refleksi ionosfer untuk mengetahui jarak sambaran petir dari stasiun pendeteksi
petir dan metode Magnetic Direction Finding (MDF) untuk mendapatkan arah dari
sambaran petir. Data arah kemudian diproses untuk
menghasilkansuatulokasikejadianpetir, kemudian lokasitersebutakan ditampilkan
pada Google Maps. Setelah itu di proses dengan metode Lightning Distribution
yang merupakan bentuk pemetaan kerapatan sambaran petir dengan menggunakan
“Format File grid”, dimana setiap grid diukur sebesar 1 x 1 km2 yang disebut
dengan Local Flash Density (LFD). Jika terdapat beberapa titik sambaran pada
satu grid akan merubah warna yang ada pada peta sesuai seberapa banyak jumlah
sambaran pada satu grid yang merupakan perhitungan Probabilistic Flash Density
(PFD). Penggambaran besarnya skala bahaya petir berupa variasi perubahan warna
pada titik sambaran dimana warna hijau mewakili jumlah minimum kerapatan
sambaran yang berisikan satu titik sambaran dan warna merah mewakili jumlah
maximum kerapatan sambaran yang berisikan lebih dari sepuluh titik sambaran.
Berdasarkan warna distribusi sambaran petir daerah Kabupaten Agam dan
Payakumbuh memiliki tingkat sambaran petir tertinggi pada periode penelitian
ini.
Kata kunci: refleksi ionosfer,
magnetic direction finding (MDF), lightning distribution, sistem informasi
petir, dangoogle maps API
Penulis: Andrew Kurniawan
Vadreas, Primas Emeraldi, Ariadi Hazmi
Kode Jurnal: jptlisetrodd140127