Perbandingan Indek Perdagingan Sapi-sapi Indonesia (Sapi Bali, Madura,PO) dengan Sapi Australian Commercial Cross (ACC)
Abstrak: Penelitian mengenai
perbandingan indek perdagingan sapi-sapi Indonesia dengan sapi Austrlaia telah
dilakukan di RPH Ciroyom Bandung. Penelitian ini menggunakan 75 ekor sapi lokal
dan 25 ekor sapi ACC. Sapi mempunyai kondisi tubuh sedang dengan kisaran umur
2,5 sampai 3,5 tahun. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui nilai indek
perdagingan sapi-sapi lokal dan sapi Australia. Metode Penelitian yang
digunakan adalah Causal Comparatif. Peubah yang diukur adalah bobot hidup,
bobot karkas, panjang karkas dan indek perdagingan. Data yang terhimpun
dianalisis berdasarkan metode sidik ragam selanjutnya untuk mengetahui
perbedaan diantara bangsa sapi digunakan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa persentase karkas tertinggi diperoleh dari sapi Bali dengan
rataan 54,00 persen, kemudian sapi ACC 51,00 persen, sapi Madura 47,00 persen
dan sapi PO 44,00 persen. Pada perhitungan indek perdagingan sapi Australia
nyata lebih tinggi yaitu 1,415, sedangkan sapi Bali 1,232 dan sapi PO bernilai
1,210. Sapi Bali mempunyai potensi yang baik seperti sapi ACC.
Penulis: Muhamad Fatah Wiyatna
Kode Jurnal: jppeternakandd070045