PERANCANGAN ALAT DISTILASI AIR LAUT TENAGA HYBRID UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR TAWAR BAGI WARGA PESISIR PANTAI
ABSTRACT: Wilayah pesisir
pantai dan pulau-pulau kecil di tengah lautan lepas merupakan daerah-daerah
yang sangat miskin akan ketersediaan sumber air tawar. Air laut kurang
dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari karena mempunyai kesadahan yang
tinggi. Di Indonesia, lama waktu ketersediaan radiasi (waktu matahari bersinar)
dalam setahun juga hampir sama, yaitu rata-rata sekitar 12 jam sehari. Energi
dari matahari ini dimanfaatkan untuk menguapkan air laut pada proses distilasi,
dimana air tawar bisa didapat dari uap air laut yang mengembun. Pada penelitian
ini, energi dari matahari tidak hanya digunakan untuk memanaskan air laut yang
ada didalam wadah atau disebut sebagai rumah evaporator, namun juga untuk
memberikan tenaga pada solar cell yang nantinya menghasilkan daya untuk mengisi
Accu, Sistem ini disebut sebagai sistem hybrid. Tegangan keluaran solar cell
dirasakan oleh sensor tegangan yang akan menjadi masukan cuk converter. Cuk
converter digunakan untuk menstabilkan tegangan keluaran solar cell menjadi 15
volt. Accu digunakan sebagai sumber tegangan yang disambungkan ke elemen
pemanas yang berfungsi sebagai heater. Heater ini akan menyala apabila panas
dari matahari tidak mencukupi untuk proses penguapan atau suhu yang ada di
dalam rumah evaporator tidak mencapai set point yang telah ditetapkan, Suhu di
dalam rumah evaporator dirasakan oleh sensor suhu PT100 yang akan diolah oleh
Mikrokontroler Arduino Uno. Sistem on/off pada heater menggunakan rangkaian
relay module. Pada penelitian ini, dalam 3,5 liter air laut yang diuapkan
selama 10 jam, dapat menghasilkan 1,076 liter air tawar. Dan total daya yang
digunakan sebesar 184,06 Watt.
Penulis: Fitra Rahmat
Indyanto., Dr. Rini Nur Hasanah, S.T., M.Sc., Eka Maulana, S.T., M.T., M.Eng
Kode Jurnal: jptlisetrodd140551