PEMANFAATAN TEKNOLOGI KLONING HEWAN UNTUK KONSERVASI SUMBER GENETIK TERNAK LOKAL MELALUI REALISASI BANK SEL SOMATIS

Abstrak: Embrio rekonstruksi hasil transfer nukleus donor sel somatik mempunyai manfaat yang sangat besar untuk riset dan implementasinya di bidang kedokteran, produksi ternak dan konservasi hewan langka. Adanya kecenderungan tingkat keberhasilan produksi hewan kloning yang lahir dan hidup normal pada berbagai spesies, membuka peluang dan harapan yang sangat besar bahwa teknologi ini berpotensi bagi konservasi plasma nutfah dari berbagai spesies. Semenjak kelahiran domba kloning pertama hasil transfer nukleus dengan sel somatik, maka kemudian disusul berbagai keberhasilan lahirnya hewan kloning berbagai spesies seperti, kambing, sapi, babi, tikus dll. Berbagai sel somatik yang telah menghasilkan individu kloning, diantaranya adalah sel kumulus, fetal/adult fibroblast, mammary gland, epithel dll. Sukses pertama kloning hewan langka adalah lahirnya Gaurs hasil transfer sel somatik gaur (B. gaurus) yang ditransfer interspesies pada oosit enukleasi sapi (B. taurus). Viabilitas sel somatic hasil kultur konfluen sangat tinggi berkisar antara 85 – 95 %. Konsep genome resources bank perlu mulai dicobakan pada populasi hewan liar, spesies langka dan juga ternak lokal. Dengan demikian, jika selama ini hanya dikenal dua macam sel yaitu spermatozoa dan oosit yang bisa dikriopreservasi, maka kedepan ada potensi yang sangat besar dengan realisasi banks sel somatik berbagai spesies hewan sebagai sumber sel donor untuk memproduksi individu kloning.
Kata kunci: Somatic cells, genetic diversity, nuclear transfer, cloning
Penulis: Gatot Ciptadi
Kode Jurnal: jppeternakandd070023

Artikel Terkait :