Konsentrasi Amonia dan Asam Lemak Terbang Rumput Brachiaria humidicola (Rendle) Schweick pada Berbagai Interval Pemotongan (In Vitro)
Abstrak: Keberadaan gulma
secara nyata menurunkan produksi dan kualitas hijauan. Pengendalian gulma
secara fisik diharapkan dapat mempertahnakan kualitas dan produksi hijauan, dan
mampu mengendalikan penyebaran gulma. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
pengaruh interval pemotongan dari rumput B. humidicola yang diinvasi oleh C.
odorata dan pengaruhnya terhapa
konsentrasi ammonia dan VFA hijauan (in vitro).
Penelitian telah dilakuak di
laboratorium agrostology, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Analisis
kecernaan in vitro dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan
Kimia Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Rancangan
split plot dalam waktu telah digunakan pada penelitian ini. Perlakuan yang
diberikan adalah sembilan metode penanaman yang berbeda dan interval pemotongan
yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi amonia dan asam
lemak terbang dari hijauan yang dipotong dengan interval pemotongan 60 hari
lebih tinggi dibandingkan dengan pomotongan lainnnya. Kehadiran
dan pengendalian C. odorata tidak berpengaruh pada konsentrasi amonia
dan asam lemak terbang dari hijauan B. Humidicola.
Penulis: Mansyur, l L.
Abdullah, H. Djuned, A. R. Tarmidi, T. Dhalika
Kode Jurnal: jppeternakandd070053