KERAGAAN TELUR TETAS ITIK PEGAGAN
ABSTRAK: Itik Pegagan sebagai
itik lokal Sumatera Selatan merupakan salah satu sumber genetik ternak atau
kekayaan hayati lokal Indonesia, yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.
Sejauh ini data ilmiah mengenai itik Pegagan sebagai sumber plasma nutfah
relatif masih sedikit dibandingkan ternak itik lokal lainnya. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengidentifikasi keragaan telur
tetas itik Pegagan. Penelitian inidiawali dengan mengumpulkan telur tetas itik
Pegagan sebanyak 500 butir yang didapat dari tiga kecamatan yaitu kecamatan
Tanjung Raja, Inderalaya dan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.
Telur itik yang dikumpulkan kemudian ditimbang dengan timbangan telur untuk
mengetahui bobot telur (g), kemudian diukur panjang (mm) dan lebar telur (mm)
untuk mengetahui indeks telur. Selanjutnya telur ditetaskan dengan mesin tetas
yang sebelumnya dibersihkan dengan lisol 2.5%. Selama proses penetasan
dilakukan pemutaran telur mulai hari ketiga sampai hari ke-25. Pemeriksaan
telur (candling) dilakukan tiga kali yaitu pada hari kelima, ke-13 dan ke-25.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan bobot telur tetas yang digunakan 65
g, warna kerabang telur itik Pegagan adalah hijau kebiruan, rataan indeks telur
itik Pegagan 75±0,03%. Fertilitas telur itik Pegagan yang dikumpulkan dari
peternak itik rendah yaitu sebesar 60%,
dengan daya tetas 53% dan bobot tetas sebesar 36,37 ± 3,39 g.
Penulis: Meisji L. Sari, Ronny
R. Noor, Peni S. Hardjosworo, Chairun Nisa
Kode Jurnal: jppeternakandd110180