Kajian Ekonomis Pembangkit Hybrid Renewable Energi Menuju Desa Mandiri Energi di Kabupaten Bone-Bolango

Abstrak: Krisis energi khususnya energi fosil seperti minyak bumi dan permasalahan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh pemakaian energi yang tidak ramah lingkungan mendorong dunia dan pemerintah Indonesia untuk mempercepat pemanfaatan energi terbarukan seperti energi air, energi angin, energi matahari (surya), dan lain-lainnya. Salah satu cara pemerintah untuk mempercepat pemanfaatan energi terbarukan adalah melaksanakan program Desa Mandiri Energi (DME). Hybrid Optimization Model for Electric Renewables(HOMER) berfungsi untuk mendesain sistem micropowerdan untuk memfasilitasi perbandingan teknologi pembangkit tenaga listrik. Peneliti dapat memodelkan sistem tenaga berdasarkan perilaku secara fisik dan biaya secara keseluruhan, dimana merupakan total biaya pemasangan dan operasi dari sistem selama sistem tersebut beroperasi. HOMER memperbolehkan pemodel untuk membandingkan berbagai macam bentuk desain sistem secara teknis dan ekonomi. Penelitian ini dilakukan di Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone-Bolango Gorontalo. Dari beberapa pemodelan yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa kombinasi pembangkit mikrohidro dan surya memiliki nilai ekonomis paling menguntungkan jika dioperasikan selama 25 tahun dengan nilai Net Present Cost(NPC) yaitu US$-369.087,00 dengan Level Cost of Energy(LCOE) sebesar -0,106 US$/kWh dibawah level biaya energi dari PLN sebesar 0,116 US$/kWh yang membuat pembangkit hibrid ini sangat bersaing. Pembangkit hybridini memiliki kapasitas pembangkit mikrohidro 58,9 kW dengan produksi per tahun 657.384 kW, dan pembangkit surya berkapasitas 15,7 kW dengan produksi per tahun 20.091 kW.
Kata kunci: homer, Lombongo, pembangkit, hibrid
Penulis: Sabhan Kanata
Kode Jurnal: jptlisetrodd130518

Artikel Terkait :