EVALUASI JARINGAN LISTRIK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO COKRO TULUNG KABUPATEN KLATEN
ABSTRACT: Evaluasi yang
dilakukan pada jaringan listrik PLTMh Cokro Tulung bertujuan untuk mengetahui
karakteristik jaringan listrik tersebut, khususnya rugi-rugi daya, drop
tegangan dan faktor daya sistem. Proses evaluasi dilakukan dengan membuat studi
aliran daya pada jaringan listrik PLTMh Cokro Tulung dengan bantuan program
ETAP 7.0. Studi aliran daya pada jaringan listrik tersebut dilakukan pada saat
beban penuh kondisi tidak standar (tegangan sistem 230/400 V) dan kondisi
standar (tegangan sistem 220/380 V).
Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa rugi-rugi daya total (∆PT)
yang timbul pada jaringan listrik PLTMh Cokro Tulung saat beban penuh sebesar
241,768 W atau 0,673 % dari daya total keseluruhan (37,54 kW) pada kondisi
tidak standard dan 268,442 W atau 0,715 % dari daya total keseluruhan (37,58
kW) pada kondisi standar. Drop tegangan yang timbul pada Saluran Kabel Tegangan
Rendah (SKTR) sebesar 1,07 V atau 0,268 % dari tegangan keja atau tegagan
nominalnya (400 V) pada kondisi tidak standard dan 1,123 V atau 0,295 % dari
tegangan nominalnya (380 V) pada kondisi standar.
Drop tegangan yang timbul pada Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR)
masing-masing sebesar 6,198 V atau 2,683 % dari tegangan nominalnya (230 V)
pada kondisi tidak standar dan 6,994 V atau 3,193 % dari tegangan nominalnya
(220 V) pada kondisi standar. Perbaikan faktor daya sampai dengan 90 % yang
dilakukan pada jaringan listrik SKTR PLTMh Cokro Tulung dapat mengurangi
rugi-rugi daya aktif total (∆PT) sebesar 12,017 % dan juga dapat mengurangi
kebutuhan daya reaktif (Q) dan daya semu (S) masing-masing sebesar 35,66 % dan
11,27 %.
Selain analisis aliran daya, juga dilakukan analisis-analisis lainnya.
Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa tegangan dan frekuensi
sistem yang sedang beroperasi sekarang ini tidak standar dan kemampuan PLTMh
Cokro Tulung sudah maksimal, dimana daya yang disalurkan kebeban-beban sudah
mencapai 37,6 kW atau 80 % dari kapasitas tepasang 47,34 kW dengan efesiensi
79,8 % (motor induksi dioperasikan sebagai generator). Hasil analisis akan
dijadikan data rujukan (rekomendasi) untuk perbaikan, sehingga jaringan listrik
PLTMh Cokro Tulung dapat beroperasi dengan baik dan sesuai dengan standar yang
berlaku di Indonesia (PUIL 2000).
Penulis: Maimun, Suharyanto,
M.Isnaeni BS
Kode Jurnal: jptlisetrodd130456