ANALISIS NILAI LEVEL DAYA TERIMA MENGGUNAKAN MODEL WALFISCH-IKEGAMI PADA TEKNOLOGI LONG TERM EVOLUTION (LTE) FREKUENSI 1800 MHZ
ABSTRACT: Kebutuhan akan
teknologi komunikasi yang handal baik dalam penyajian kecepatan laju data
maupun kualitas pelayanan semakin meningkat, datangnya teknologi Long Term
Evolution (LTE) menjadi solusi untuk para konsumen yang menginginkan kecepatan
dalam mengakses data , dimana LTE merupakan teknologi yang dikembangkan oleh
3rd Generation Partnership Project (3GPP).Karakteristik yang paling berpengaruh
untuk menentukan performansi sebuah sistem komunikasi adalah nilai level daya
terima. Pada penelitian ini penulis menggunakan model propagasi
Walfisch-ikegami untuk mengetahui nilai pathloss.Jarak antara BS dan UE
mempengaruhi nilai level daya terima, ketinggian gedung disekitar BS, jarak
antar titik tengah gedung disekitar BS dan teknik modulasi juga berpengaruh
terhadap nilai level daya terima yang dihasilkan dan secara otomatis
berhubungan juga dengan nilai SNR dan BER yang dihasilkan, untuk kondisi
hb>h dengan teknik modulasi 64 QAM ¾ serta parameter h=40 m, b=30 m radius
BS dengan UE yang disarankan adalah < 3,97 km, untuk teknik modulasi 64 QAM
4/5 dengan parameter h=40 m, b=30 m radius BS dengan UE yang disarankan
<3,44 km dan untuk teknik modulasi 64 QAM 4/5 dengan parameter h=30 m, b=500
m radius BS dengan UE yang disarankan <4,77 km. sedangkan untuk tidak
disarankan untuk merancang suatu BTS mobile LTE dengan kondisi hb<h karena
radius yang dapat dijangkau sangat kecil, kecuali menggunakan teknik modulasi
QPSK ½ dengan parameter h= 60 m, b=500 m karena pada kondisi tersebut radius yang
dijangkau bisa mencapai 5 km.
Penulis: Achmad Reza Irianto.,
M. Fauzan Edy Purnomo, S.T., M.T. Ir. Endah Budi Purnomowati, M.T
Kode Jurnal: jptlisetrodd140541