UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK USIA 2-3 TAHUN MELALUI METODE BERCERITA DI KB SITI SULAECHAH 04 SEMARANG

Abstract: Penelitian bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial-emosional anak melalui metode bercerita. Penelitian dilakukan di KB Siti Sulaechah 04 Semarang, kelompok A dengan jumlah siswa 12 anak dan dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2014/2015. Di Kelompok Bermain Siti Sulaechah 04, anak usia 2-3 tahun keterampilan sosial-emosionalnya masih sangat kurang. Anak masih suka bermain sendiri, belum mau bergabung dengan temannya di sekitar, masih suka menggunakan tangan dan kaki saat menghadapi temannya dan sifat egonya anak masih sangat terlihat jelas. Upaya meningkatkan keterampilan sosial-emosional anak usia 2-3 tahun, peneliti menggunakan metode bercerita dikarenakan anak usia 2-3 tahun masih suka melihat suatu gambar dan keingintahuan yang besar tentang apa maksud dari gambar tersebut.Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus pertama bercerita dengan buku gambar kecil dan siklus kedua bercerita dengan buku gambar besar. Instrumen dalam penelitian berupa lembar observasi, dan catatan lapangan. Tehnik Pengumpulan berupa pengamatan dan dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif pada setiap siklusnya. Kesimpulan setelah penelitian tindakan kelas, yaitu (1) Pada kegiatan awal, anak dapat mengenal cara bersosialisasi dan pengendalian emosi. (2) Pada tahap pelaksanaan, anak mampu bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan mampu mengendalikan emosi dengan teman. (3) Pada tahap akhir, anak mampu mengajak dan mengingatkan teman agar mau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan mengendalikan emosi saat bermain dengan teman.  Hasil penelitian menunjukan bahwa sosial-emosional anak terjadi peningkatan pada setiap siklusnya. Kondisi awal hanya 8,33% kategori baik. Pada siklus I menggunakan buku gambar kecil dengan hasil 50 % yang termasuk dalam kategori baik. Anak-anak terlihat masih belum puas dan merasa bosan menggunakan buku gambar  kecil dikarenakan tidak bisa melihat gambar dengan jelas, maka perlu diadakan peningkatan melalui siklus II. Pada siklus II, peneliti menggunakan buku besar. Hasil yang dicapai 83,33% yang termasuk dalam kategori baik. Saat bercerita dengan menggunakan buku besar, terlihat sekali anak-anak tertarik untuk melihatnya. Anak-anak usia 2-3 tahun, mulai fokus saat mendengarkan peneliti bercerita dengan buku  besar karena gambar di dalam buku besar terlihat jelas oleh anak-anak.  Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa melalui metode bercerita dengan menggunakan buku besar, dapat meningkatkan sosial-emosional anak 2-3 tahun di KB Siti Sulaechah 04 Semarang.
Keywords: learning concentration; breakfast behavior; first year of elementary school
Penulis: Syahisnu Adrianindita
Kode Jurnal: jppaudsddd150595

Artikel Terkait :