Peningkatan Penjualan Bakpia Pathok 25 Yogyakarta dengan Analisis SWOT dan AHP
Abstrak: Industri rumah tangga
Bakpia Pahtok 25 adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan makanan
khas Yogyakarta. Hasil produksi berupa bakpia yang memiliki dua varian rasa,
seperti kacang hijau dan kumbu hitam. Industri tersebut memproduksi bakpia
dalam jumlah yang banyak sesuai dengan permintaan pelanggan. Dalam menghadapi
ketatnya persaingan Industri bakpia di Yogyakarta, perusahaan harus berjuang
keras untuk meningkatkan penjualan bakpia agar memberikan keuntungan yang
maksimal. Hal yang perlu dilaksanakan adalah melakukan perbaikan serta analisis
lingkungan internal dan eksternal perusahaan.
Pada penelitian ini, analisis faktor internal dan eksternal perusahaan
dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan. Penelitian ini menggunakan
analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Oportunities, Threats) dan AHP (Analitical
Hierarchy Process). Metode SWOT digunakan untuk menganalisis faktor internal
dan eksternal perusahaan sedangkan metode AHP digunakan untuk pengambilan
keputusan dari banyak kriteria.
Peramalan penjualan produk bakpia menunjukkan bahwa penjualan tersebut
akan meningkat sebesar 2,29% untuk penjualan satu tahun ke depan, dari 63.846
dos menjadi 65.344 dos. Peningkatan penjualan tersebut didukung dengan
penggunaan metode analisis SWOT dan AHP. Analisis SWOT memperlihatkan nilai
positif dari kedua sumbu (X,Y). Titik perpotongan kedua sumbu terletak pada
kuadran I, sehingga dalam analisis SWOT menggunakan strategi agresif. Analisis
AHP digunakan untuk mendukung strategi diluar strategi agresif, sehingga diperoleh
alternatif perbaikan sarana sebesar 54% (seperti memodernisasi proses produksi
agar kualitas mutu terjamin), alternatif perbaikan lingkungan sebesar 28%
(seperti ruang tunggu dan ruang parkir diperbaiki) dan alternatif perbaikan
menejemen pabrik sebesar 18% (seperti keramah-tamahan dan kemampuan bahasa).
Author: Sapto Budi Pamungkas, Winarni,
Endang Widuri Asih
Kode Jurnal: jptindustridd140447