PENGARUH KONSENTRASI PEREKAT TEPUNG TAPIOKA DAN PENAMBAHAN KAPUR DALAM PEMBUATAN BRIKET ARANG BERBAHAN BAKU PELEPAH AREN (Arenga pinnata)

Abstrak: Kebutuhan  terhadap  sumber  energi  yang  dapat  diperbaharui  sedang  meningkat.  Briket  merupakan salah  satu  sumber  energi  alternatif  yang  dapat  diperoleh  dari  pemanfaatan  biomassa.  Penelitian  ini bertujuan  untuk  mendapatkan  briket  dengan  bahan  baku  pelepah  aren,  serta  untuk  mengetahui pengaruh  konsentrasi  perekat  tepung  tapioka  dan  penambahan  kapur  terhadap  kualitas  briket. Penelitian  dilakukan  secara  batch.  Variabel  penelitian  yaitu  konsentrasi  perekat  tepung  tapioka  0%, 10%, 20% dan 30% (w/w) dan penambahan kapur 0%, 1%, 3% dan 5% (w/w) terhadap berat serbuk arang. Bahan utama yang digunakan adalah pelepah aren (Arenga pinnata), tepung tapioka, kapur dan air,  sedangkan  peralatan  utama  yang  digunakan adalah furnace,  alat pencetak  briket,  oven,  moisture analyzer,  universal  testing  machine  dan  kalorimeter  bom.  Proses  pembuatan  briket  dimulai  dengan persiapan  pelepah  aren,  lalu  proses  karbonisasi  pada  suhu  350  oC  selama  2  jam.  Hasil  karbonisasi berupa  arang  yang  selanjutnya  ditambahkan  dengan  perekat  tepung  tapioka  lalu  dicetak  dan dikeringkan  sebagai  briket.  Analisa  yang  digunakan  adalah  analisa  proksimat  dengan  parameter  uji kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon, nilai kalor dan keteguhan tekan. Briket pelepah  aren  terbaik  yaitu  pada  konsentrasi  perekat  tepung  tapioka  0%  dan  penambahan  kapur  5% dengan nilai kalor 6502,379 kal/g, kadar karbon 45,56%, kadar air 6,44 %, kadar abu 18,00%, kadar bahan volatil 30,00% dan keteguhan tekan 59,141 kg/cm2.
Kata kunci: briket, kapur, karbonisasi, pelepah aren, tepung tapioca
Penulis: Julham Prasetya Pane, Erwin Junary, Netti Herlina
Kode Jurnal: jpkimiadd150227

Artikel Terkait :