PEMBUATAN BIOETANOL DARI TEPUNG AMPAS TEBU MELALUI PROSES HIDROLISIS TERMAL DAN FERMENTASI SERTA RECYCLE VINASSE (PENGARUH KONSENTRASI TEPUNG AMPAS TEBU, SUHU DAN WAKTU HIDROLISIS)
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui
pengaruh konsentrasi tepung
ampas tebu, suhu
dan waktu hidrolisis terhadap
yield glukosa dan
perolehan kadar glukosa
dari proses recycle
vinasse. Bahan utama yang
digunakan adalah limbah
padat ampas tebu
dari toko minuman
air tebu. Variabel-variabel yang
diamati antara lain
konsentrasi tepung ampas
tebu dalam air,
suhu dan waktu hidrolisis termal. Ampas
tebu dihancurkan dengan
blender sampai berbentuk
powder lalu ditambahkan akuades
dengan konsentrasi 2,94;
3,85 dan 4,76%
lalu dihidrolisis dalam
tangki hidrolisis. Proses hidrolisis berlangsung pada suhu 135, 150 dan
165 °C dengan waktu hidrolisis 1, 1,5
dan 2 jam.
Kemudian hasil hidrolisis
(hidrolisat) diuji yield
glukosa serta kadar
lignin dan selulosanya lalu dilanjutkan dengan
proses fermentasi untuk
menghasilkan bioetanol. Hasil fermentasi kemudian
disaring untuk diperoleh
vinasse-nya lalu di-recycle
menjadi umpan hidrolisis. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa
yield glukosa meningkat
seiring dengan meningkatnya konsentrasi
tepung ampas tebu,
suhu dan waktu
hidrolisis. Namun, yield
glukosa meningkat pada waktu
hidrolisis 1 hingga
1,5 jam kemudian
menurun pada waktu hidrolisis 1,5 hingga 2
jam. Perolehan yield
glukosa tertinggi diperoleh
pada konsentrasi tepung
ampas tebu 2,94%, suhu
165 °C dan
waktu hidrolisis 2
jam yaitu sebesar
31,022%. Selain itu,
kadar lignin dan selulosa
berfluktuasi seiring meningkatnya suhu hidrolisis. Hal ini disebabkan oleh
komposisi bahan baku yang tidak sama pada masing-masing perlakuan.
Penulis: Bambang Trisakti,
Yustina br Silitonga, Irvan
Kode Jurnal: jpkimiadd150229