MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY TWO STRAY PADA MATA PELAJARAN PKn SD
Abstrak: Latar belakang
penelitian ini, didasarkan
hasil observasi dan
wawancara terhadap guru kelas
VB SD Negeri
1 Metro Barat.
Guru belum menerapkan model cooperative learning tipe
two stay two stray. Pada saat pembelajaran siswa masih banyak
yang tidak memperhatikan
penjelasan guru. Hal
tersebut mengakibatkan rendahnya aktivitas
siswa. Hasil belajar
siswa belum mencapai kriteria ketuntasan
minimal yang telah
ditetapkan oleh sekolah
yaitu 70. Penelitian ini
bertujuan untuk meningkatkan
aktivitas dan hasil
belajar siswa dengan menerapkan
model cooperative learning tipe two stay two stray. Penelitian ini
menggunakan metode Penelitian
Tindakan Kelas (Classroom Action Research)
yang melalui empat
tahapan yaitu; perencanaan,
pelaksanaan, Observasi dan refleksi.
Prosedur penelitian ini
dilaksanakan melalui tiga
siklus. Alat pengumpulan data
dalam penelitian ini
menggunakan lembar observasi aktivitas siswa dan kinerja guru
serta tes hasil belajar siswa. Hasil
penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa
pada setiap siklusnya. Rata-rata aktivitas siswa pada siklus I sebesar 54,32 “cukup”,
pada siklus II sebesar 72,71 “aktif” dan pada siklus III sebesar 79,93 “aktif”.
Dengan demikian terjadi
peningkatan dari siklus
I ke siklus
II sebesar 18,39 dan
dari siklus II
ke siklus III
sebesar 7,22. Rata-rata
nilai hasil belajar siswa pada siklus I sebesar (64,74),
siklus II sebesar (69,74) dan siklus III sebesar (77,37). Dengan demikian
terjadi peningkatan dari siklus I ke
siklus II sebesar 5 dan dari siklus II ke siklus III sebesar 7,63.
Penulis: Titik Hariyani
Kode Jurnal: jppaudsddd131006