EKSTRAKSI MULTI TAHAP KURKUMIN DARI TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb.) MENGGUNAKAN PELARUT ETANOL
Abstrak: Kurkumin adalah zat
warna pada temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) berupa kristal kuning oranye yang
sering digunakan sebagai pewarna. Metode yang biasa digunakan dalam ekstraksi
adalah ekstraksi satu tahap. Penelitian ini akan mempelajari ekstraksi multi
tahap kurkumin dari temulawak. Tujuan dari penelitian ini
adalah mengetahui kondisi
terbaik ekstraksi kurkumin
dari temulawak sehingga
dapat digunakan untuk meningkatkan
efisiensi prosesnya. Percobaan
ini menggunakan pelarut
etanol, dan yang diamati
adalah pengaruh dari
berbagai variabel proses
yaitu waktu ekstraksi,
konsentrasi pelarut, dan jumlah
tahap ekstraksi. Waktu ekstraksi yang digunakan adalah 60 menit, 120 menit, dan
180 menit. Variasi konsentrasi etanol
yang digunakan yaitu 50%, 70%, dan 96%. Tahap
ekstraksi yang digunakan adalah ekstraksi
dua tahap dan ekstraksi tiga tahap. Ekstrak
kurkumin yang diperoleh
dianalisa dengan analisa
kualitatif dan analisa
kuantitatif. Rendemen maksimum
yang diperoleh pada
percobaan ini adalah 16,35% dengan kondisi waktu
180 menit, konsentrasi
etanol 70% dan jumlah tahap ekstraksi 3 tahap. Adapun
kadar kurkumin tertinggi yaitu 2,617% dengan waktu 180 menit, konsentrasi
etanol 96% dan jumlah tahap
ekstraksi 3 tahap.
Kadar disini maksudnya
adalah besar bagian
terhadap rendemen ekstrak. Hasil
yang diperoleh pada penelitian menunjukkan bahwa peningkatan waktu ekstraksi,
jumlah tahap dan konsentrasi pelarut meningkatkan perolehan rendemen ekstrak
dan kadar kurkumin.
Penulis: Dwimas Anggoro,
Rajian Sobri Rezki, Siswarni MZ
Kode Jurnal: jpkimiadd150225