POLA KOMUNIKASI IMPLEMENTASI CSR (Corporate Social Responsibility) BANK INDONESIA (Studi Evaluatif Implementasi CSR Bank Indonesia Surabaya dalam Tinjauan Rasionalitas Komunikatif Sebagai Upaya Mewujudkan Good Corporate Governance Pada Program Pemberdayaan Usaha Kecil dan Mikro Berbasis KSM di Kel.Jepara Kec.Bubutan Surabaya)
ABSTRAK: Bank Indonesia
merupakan salah satu lembaga negara independen di Indonesia yang telah
menerapkan CSR (Corporate Social Responsibility). Salah satu kegiatan CSR yang
digagas oleh Bank Indonesia terimplementasi pada program pemberdayaan usaha
kecil dan mikro berbasis KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) di Kelurahan Jepara
Kecamatan Bubutan Surabaya. Pada dasarnya implementasi program tersebut
mempunyai tujuan yang sangat baik yaitu untuk mengatasi permasalahan ekonomi
makro di Indonesia yang selama ini masih belum terselesaikan yaitu kemiskinan
dan pengangguran. Namun, dalam praktik dan implementasinya program tersebut
masih memiliki berbagai kendala dan hambatan salah satunya yaitu stagnan dana.
Maka dari itu diperlukan suatu analisis kritis pada pola komunikasi pihak
stakeholder yang terlibat dalam implementasi program tersebut dengan menggunakan
teori tindakan rasionalitas komunikatif Jurgen Habermas. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan
studi evaluatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang dibangun antara pihak
Bank Indonesia dengan PKPU terkait penentuan program pemberdayaan tidak ada
yang mendominasi. Walaupun pihak Bank Indonesia selaku pemberi dana CSR pada
program tersebut, namun decision maker atau pembuat keputusan tetap berdasarkan
pada persetujuan bersama. Penetapan program tersebut juga menunjukkan bahwa
Bank Indonesia selaku lembaga negara independen telah melaksanakan konsep Good
Corporate Governance. Hal ini berbeda terbalik dengan pola komunikasi antara
pihak PKPU dengan anggota KSM, tidak adanya keterlibatan dan partisipasi
anggota KSM dalam penentuan cicilan kredit di ranah ruang publik (public
sphere) menyebabkan munculnya kredit macet. Maka dari itu diperlukan
keterlibatan ataupun partisipasi anggota KSM melalui komunikasi dua arah yang
reguler antara pihak BI, PKPU dan anggota KSM dalam penentuan cicilan kredit
sebagai bentuk evaluasi program.
Kata Kunci: Corporate Social
Responsibility, Good Corporate Governance, public sphere, pemberdayaan,
tindakan rasionalitas komunikatif dan consensus
Penulis: Mila Hiswatus
Sholihah
Kode Jurnal: jpsosiologidd140216