DINAMIKA GERAKAN SOSIAL (Studi Peran Intelektual dalam Melakukan Gerakan Sosial dengan Masyarakat Sipil untuk Mendapatkan Pelayanan Listrik di Desa Mulyorejo Kecamatan Silo Kabupaten Jember)
ABSTRAK: Penelitian ini
mengkaji tentang dinamika gerakan sosial, khususnya peran intelektual dalam
melakukan gerakan sosial dengan masyarakat sipil untuk mendapatkan pelayanan
listrik di Desa Mulyorejo Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian
ini, pertama, untuk mengetahui peran intelektual organik dalam mengorganisir
massa untuk pengajuan listrik. Kedua, untuk mengetahui peran intelektual
organik dalam melakukan lobi politik dengan PLN sebagai instansi yang wajib
memberikan pelayanan listrik. Adapun manfaat dari pelaksanaan penelitian ini,
pertama, memberikan gambaran tentang pentingnya seorang intelektual organik
bagi masyarakat sipil dalam melakukan gerakan sosial untuk mendapatkan
pelayanan listrik dari PLN. Kedua, memberikan pembelajaran ideologis bagi
masyarakat Mulyorejo dan intelektual agar melakukan gerakan sosial untuk
memperjuangkan hak-hak masyarakat sipil sebagai respon atas tidak adanya
pelayanan listrik dari PLN sebagai masyarakat politik.
Penelitian ini menggunakan teori Gerakan Intelektual Organik yang
dikemukakan oleh Antonio Gramsci. Intelektual organik harus bisa mengorganisir
massa, memberikan kesadaran ideologis tentang hak dan kewajiban masyarakat
sipil, serta mempunyai koneksi dengan masyarakat politik dalam upaya melakukan
gerakan sosial. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah wawancara terbuka, observasi dan dokumentasi.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan empat hasil
penelitian, pertama, intelektual organik Mulyorejo dengan pendekatan ketokohan
menjadi penggerak masyarakat untuk berkumpul membahas gerakan pengajuan listrik
yang waktu itu masyarakat tidak tahu bagaimana mekanisme untuk mendaptkan
listrik dari PLN. Namun, dalam menggerakkan massa tersebut intelektual tidak
memberikan penyadaran ideologis kepada masyarakat tentang kewajiban PLN dan hak
masyarakat untuk mendapatkan pelayanan listrik dikarenakan intelektual tidak
punya pemahaman tentang itu. Kedua, intelektual organik mempunyai koneksi
dengan PLN dan mampu melakukan lobi politik dengan pengajuan proposal ke PLN,
sehingga berhasil mendapatkan pelayanan listrik. Ketiga, dalam gerakan,
intelektual tidak memberikan kesadaran ideologis tentang hak dan kewajiban
masyarakat soal kelistrikan karena ia juga tidak punya pemahaman soal itu. Keempat, intelektual mempunyai kepentingan
ekonomi di balik gerakannya dalam memperjuangkan hak pelayanan listrik
masyarakat sipil Mulyorejo.
Kata Kunci: Gerakan
Sosial, Intelektual Organik, Masyarakat
Politik, Masyarakat Sipil, Pelayanan
Listrik
Penulis: Fathor Rosid
Kode Jurnal: jpsosiologidd140217