Pemaknaan Uang Pinjaman (Studi Fenomenologis tentang Makna Uang Pinjaman bagi Debitur BPR Delta Malang di Kelurahan Sisir Kota Batu)
ABSTRAKSI: Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya program dan lembaga kredit yang
bermunculan di masyarakat. Program tersebut berupa kegiatan-kegiatan kredit seperti
dari bank, individu atau pun lembaga sosial di masyarakat. Dari semakin
banyaknya program serta lembaga tersebut pada akhirnya memberikan dampak
konsumtif pada penggunanya. Hal ini juga akan menimbulkan persepsi serta
pemberian makna uang pinjaman di masyarakat. Masyarakat akan memberikan
anggapan yang lain terhadap uang pinjaman..
Penelitian ini mencoba melihat lebih dalam tentang penggunaan uang
pinjaman, dampak serta makna uang pinjaman oleh debitur BPR Delta Malang. Oleh
karena itu, penelitian ini menggunakan teori interaksi Georg Simmel. Jenis
penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan
menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam
dengan sembilan informan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang para debitur
berhutang yaitu adanya kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi namun
tidak adanya biaya. Sehingga mereka berhutang pada BPR. Dalam penggunaannya
uang pinjaman tidak selalu untuk modal usaha namun juga untuk konsumsi. Dengan
menggunakannya sebagai konsumsi para debitur beranggapan bahwa dapat
meningkatkan status sosial mereka. Uang pinjaman juga dapat memberikan nilai
beban dan kesenangan tersendiri, hal ini termasuk dalam segi emosi. Di sisi
yang lain mudahnya akses meminjam uang di BPR menjadikan para debitur
mempercayai dan kembali menggunakan uang pinjaman.
Penulis: Ririn Retno Wati
Kode Jurnal: jpsosiologidd140219