ORIENTALISME, PERBUDAKAN, DAN RESISTENSI PRIBUMI TERHADAP KOLONIAL DALAM NOVEL-NOVEL TERBITAN BALAI PUSTAKA
Abstract: Penelitian yang
dilakukan berdasar pada masalah budak dan perbudakan di Indonesia dalam karya
sastra dan dilakukan dengan menggunakan teknik dekonstruksi ini memiliki tujuan
untuk mendeskripsikan (1) orientalisme dalam novel-novel Balai Pustaka dan (2)
resistensi pribumi terhadap kolonial Belanda novel-novel Balai Pustaka.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relasi antara penjajah dengan
terjajah, yakni antara Belanda dengan pribumi di Indonesia (Hindia Belanda)
adalah relasi yang tidak setara. Belanda mendominasi pribumi. Pendominasian
Belanda terhadap pribumi diperlihatkan stereotip-stereotip kebinatangan oleh
pihak Belanda kepada pribumi, dan pendiskriminasian warna kulit oleh kolonial.
Belanda memandang dirinya lebih beradab daripada pribumi karena Belanda
memiliki warna kulit putih, sedangkan pribumi memiliki kulit hitam, atau bukan
kulit putih. Pandangan Belanda itu terkonstruksi dalam pikiran dan perilaku
mereka sehingga stereotip-stereotip bahwa pribumi itu terbelakang, lamban atau
malas, dan seperti binatang (kera atau beruk), muncul atau berkembang. Hal itu
merupakan pandangan orientalisme colonial Belanda terhadap pribumi. Akibat
pendominasian (pendiskriminasian, rasisme, dan marjinalisasi) ini membuat
masyarakat pribumi melakukan resistensi. Resistensi yang dilakukan oleh
budak/pribumi dalam bentuk mimikri dan mockery yang memperolok-olok kolonial
Belanda dalam upaya meruntuhkan kekuasaannya.
Penulis: I Nyoman Yasa
Kode Jurnal: jpsosiologidd130418