HUBUNGAN PATRON KLIEN PADA MASYARAKAT NELAYAN DESA KUALA KARANG KECAMATAN TELUK PAKEDAI KABUPATEN KUBU RAYA
Abstract: Pendapatan ekonomi
utama masyarakat di Desa Kuala Karang adalah menangkap ikan dengan pendapatan
yang tidak menentu serta hanya bermodal pengalaman dan keterampilan seadanya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sosial ekonomi yaitu mengenai
hubungan kerja baik dalam pembagian kerja, pembagian hasil serta hubungan
sosialnya antara patron klien. Selain itu mengenai dampak dari hubungan patron klien terhadap kehidupan
masyarakat nelayan. Penelitian ini mengunakan penelitian deskriptif yaitu tipe
yang memberikan gambaran tentang hubungan sosial, hubungan kerja dan sistem
bagi hasil antara juragan dan nelayan serta pengaruhnya terhadap kehidupan
masyarakat nelayan dan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi dan proses wawancara. Penelitian ini mengunakan
teori Strukturasi Anthony Giddens dengan menganalisis tiga gugus yang membentuk
struktur signifikasi, dominasi dan legitimasi bagaimana patron dapat mengikat
dan mmepertahankan status quo terhadap klien. Berdasarkan hasil penelitian yang
didapat diketahui bahwa hubungan kerja serta pembagian hasil antara juragan dan
nelayan bukan hanya didasari pada aspek sosial melainkan juga didasari pada
aspek ekonomi dan juga aspek ketergantungan namun dengan posisi tawar menawar
yang tidak seimbang karena kehidupan nelayan sangat tergantung dengan adanya
pinjaman dan fasilitas yang diberikan oleh juragan dan juragan pun memanfaatkan
hal tersebut sebagai jaminan dan kontrak kerja untuk mengikat sehingga timbul
hubungan patron klien antara juragan dan nelayan. Secara teoritis penelitian
ini diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan dalam upaya pengembangan
disiplin ilmu, khusunya sosiologi yang menyangkut tentang hubungan sosial
ekonomi masyarakat nelayan serta kerjasama yang dapat terjalin. Kesimpulan
penelitian ini adalah hubungan patron klien melalui utang dimanfaatkan juragan
dalam membentuk skema utang budi dalam mengikat nelayan dan dimanfaatkan
juragan dalam membentuk skema utang budi dalam mengikat nelayan dan kemudian melakukan
monopoli jual beli hasil tangkapan nelayan dengan harga yang murah.
Penulis: AHMAD MAULANA
Kode Jurnal: jpsosiologidd150052