PERILAKU NGELEM PADA REMAJA DI DESA BERLIMANG KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS
Abstract: Perilaku ngelem yang
dilakukan oleh remaja di Desa Berlimang ini adalah salah satu perubahan sosial
yang terjadi saat ini. Secara psikologi usia remaja merupakan masa transisi
dari remaja menuju kedewasaan dimana masa-masa seperti inilah terjadi
gejolak-gejolak batin dan luapan kreativitas yang ada di dalam dirinya, jika
luapan-luapan kreativitas dan ditambah lagi dengan pencarian jati diri sebagai
remaja dengan penuh kreativitas tadi tidak terpenuhi dengan baik, maka
luapan-luapan ini akan cenderung diekpresikan dalam bentuk kekecewaan, sehingga
mengakibatkan perilaku negatif.
Tujuan dari judul ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisa
perilaku ngelem yang dilakukan oleh remaja di Desa Berlimang. Selain itu
mendeskripsikan dan menganalisa faktor-faktor penyebab remaja melakukan
perilaku ngelem. Permasalahan dalam penelitian ini yang dapat teridentifikasi
adalah kurang maksimalnya peran dari orang tua dalam mengawasi anaknya,
pesatnya perkembangan globalisasi yang terbuka lebar, cepat dan murah dan
mudahnya mendapatkan lem yang bebas dijual di mana-mana baik itu di warung-warung
kecil maupun besar.
Ada 2 (dua) tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, yaitu
mendeskripsikan dan menganalisa perilaku ngelem yang dilakukan oleh remaja,
mendeskripsikan dan menganalisa faktor-faktor penyebab remaja melakukan
perilaku ngelem, sedangkan subjek penelitian ini terdiri dari 6 (enam) remaja
yang melakukan perilaku ngelem dan beberapa tokoh masyarakat serta orang tua
dari remaja yang melakukan perilaku ngelem. Pendekatan yang dilakukan dalam
penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif yang didukung dengan
pengumpulan data berupa observasi partisipan, dokumentasi dan wawancara serta
data diperoleh dengan tehnik perkembangan, serta menggunakan teori perilaku
menyimpang yang di kemukakan oleh Robert. M.Z. Lawang
Berbagai macam faktor-faktor yang menjadi penyebab remaja melakukan
ngelem, diataranya adalah faktor teman sebaya atau teman sepermainan, faktor
ingin mencoba, faktor ketidaktahuan bahaya ngelem, faktor perkembangan
teknologi informasi, faktor lingkungan sekitar, faktor lingkungan sosial,
faktor ketersediaan dan keterjangkauan dari lem itu sendiri dan faktor dari
keluarga atau orang tua yang kurang maksimal dalam mengawasi anaknya.
Penulis: CANDRA
Kode Jurnal: jpsosiologidd150051