ANALISIS POTENSI WILAYAH PENGEMBANGAN TERNAK RUMINANSIA DI KABUPATEN PURWAKARTA
ABSTRAK: Penelitian mengenai
analisis potensi pengembangan ternak ruminansia di wilayah
Kabupaten Purwakarta Propinsi
Jawa Barat telah
dilaksanakan di Kabupaten Purwakarta
Propinsi Jawa Barat
dari tanggal 3
September sampai 1 Oktober
2007. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui
: (1) menentukan komoditas ternak ruminansia yang
dapat diunggulkan oleh Kabupaten Purwakarta; dan (2)
wilayah yang dapat
dijadikan sebagai basis
pengembangan ternak ruminansia.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Objek dari penelitian ini adalah kecamatan
di wilayah Kabupaten
Purwakarta yang terdiri
dari 17 kecamatan. Data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yang
dihimpun merupakan data berkala selama periode lima tahun yaitu dari tahun
2001 sampai dengan
tahun 2006 yang
bersumber dari beberapa instansi terkait antara lain yaitu
Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat, Sub Dinas Peternakan dan Perikanan
Kabupaten Purwakarta, Badan Pusat Statistik Propinsi Jawa Barat,
Badan Pusat Statistik
Kabupaten Purwakarta, BAPEDA
Kabupaten Purwakarta dan Sub
Dinas Pertanian Tanaman
Pangan Kabupaten Purwakarta. Variabel yang diamati dalam
penelitian ini adalah populasi ternak, lahan pertanian, rumah tangga pertanian,
fasilitas pelayanan peternakan, Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Pemerintah Daerah, Rencana
Strategis (Renstra) Dinas Peternakan dan
Perikanan Kabupaten Purwakarta.
Model perhitungan yang digunakan adalah
(1) Location Quotient
(LQ), (2) Penentuan
daya tampung wilayah yang terdiri
dari perhitungan potensi produksi rumput, perhitungan potensi limbah pertanian,
dan perhitungan daya tampung wilayah, (3) Indeks Spesialisasi untuk rumah
tangga pertanian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) ternak ruminansia,
khususnya ruminansia kecil, memiliki dukungan sumberdaya wilayah yang memadai
untuk pengembangan dalam jangka panjang; dan (2) Kecamatan Bojong, Pasawahan,
Pondoksalam, Wanayasa dan Kiarapedes merupakan wilayah kecamatan yang memiliki
potensi sebagai basis pengembangan ternak unggulan tersebut.
Penulis: Andre R. Daud
Kode Jurnal: jpsosiologidd090039