Upaya Meningkatkan Motorik Kasar Melalui Kegiatan Bermain Bola
Abstraksi: Berdasarkan data
dari RA Minsya’ul Wathon Grogolan Dukuhseti Pati tentang bermain bola untuk meningkatkan
bermain akan memerintah orang banyak yang belum mampu meningkatkan motorik
kasar dengan baik. hanya anak yang
memenuhi keberhasilan dalam berbahasa baru mencapai 40% dari 25 anak. Berarti
masih ada 60% atau 15 anak yang belum mampu berbahasa melalui pemanfaatan media
gambar bertema. Dengan demikian banyak anak yang belum mampu memenuhi
keberhasilan dari kegiatan tersebut. Berdasarkan observasi diatas, kami akan
mengadakan penelitian tindakan kelas agar anak dapat mencapai ketuntasan dalam
pembelajaran. Dalam konteks di atas bahwa pemanfaatan media gambar bertema
diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Sehingga dapat meningkatkan
ilmu pengetahuan anak. Sehingga anak menjadi lebih kreatif, aktif, inovatif dan
menyenangkan. Peningkatan yang telah dicapai antar siklus menunjukkan bahwa
perbaikan pembelajaran pada penguasaan anak Tentang kemampuan berbahasa melalui
pemanfaatan media gambar bertema anak di RA Minsya’ul Wathon Grogolan Dukuhseti
Pati adalah signifikan yakni keberhasilan semula pra siklus dan siklus I pada
kisaran 60 %, dan meningkat lagi pada
siklus II mencapai kisaran 70%. Dan pada siklus III keberhasilan anak mencapai
85% Ini menunjukkan bahwa pembelajaran di RA Minsya’ul Wathon Grogolan
Dukuhseti Pati RA Minsya’ul Wathon Grogolan Dukuhseti Pati mengalami peningkatan yang sangat baik.
Karena dari kelompok B semester gasal
jumlah 20 anak yang mencapai keberhasilan meningkatkan motorik kasar mencapai
85%. Setelah dilaksanakannya penelitian di RA Minsya’ul Wathon Grogolan Dukuhseti
Pati maka mengalami perubahan yang signifikan antara sebelum penelitian dan
sesudah penilitian mengalami peningkatan yang sangat baik. Hendaknya para guru
RA mencoba menggunakan media gambar bertema yang menyenangkan agar anak tidak
jenuh dan bosan dalam mengikuti pembelajaran.
Kepada guru RA, diharapkan guru dapat memotivasi anak dalam belajar
bahwa anak-anak dapat mencapai ketuntasan dalam belajar apabila mereka
sungguh-sungguh memanfaatkan waktu belajar mereka sehingga mereka dapat
mencapai prestasi yang baik. Kepada guru RA, diharapkan melaksanakan evaluasi
secara kontinu untuk mengetahui dengan segera anak mana yang sudah dapat
mencapai ketuntasan dan anak mana yang belum mencapai ketuntasan sehingga guru
dapat melaksanakan program remedial dengan segera bagi anak-anak yang tertinggal.
Penulis: Nikmah
Kode Jurnal: jppaudsddd130057