Upaya Meningkatan Kemampuan Kognitif Melalui Permainan Sains Benda Magnit
Abstraksi: Dalam penelitian
ini adalah Pembelajaran Pemainan Sains Dengan Benda Magnit Di TK Dharma Wanita
Klokah Kecamatan Kunduran. Masih belum tercapainya target sesuai dengan
kriteria ketuntasan pembelajaran 75% disebabkan oleh pembelajaran yang kurang
menarik minat belajar anak dalam permainan sains dengan benda magnit. Metode
penelitian yang digunakan dalam penelitian menggunakan penelitian tindakan
kelas dengan 2 siklus yang masing-masing siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan.
Setiap pertemuan ada 4 langkah kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan,
observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak didik kelompok B di TK
Dharma Wanita Klokah Kecamatan Kunduan Kabupaten Blora dengan jumlah peserta didik 25 anak terdiri
dari laki-laki 15 anak dan perempuan 10 anak. Pembelajaran difokuskan pada tema
Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Melalui Permainan Sains Benda Magnet.
Dalam mengumpulkan data penelitian tindakan kelas ini adalah wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Analisis data digunakan analisis kualitatif yaitu
dengan cara membandingkan data hasil pengamatan, siklus I dan siklus II
kemudian dilakukan refleksi. Penyajian data yaitu sekumpulan informasi tersusun
yang memberi kemungkinan adanya penarikan simpulan dan pengambilan tindakan.
Penyajian data yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama bagi analisis
kualitatif yang benar-benar valid. Penarikan kesimpulan yaitu data yang telah
didapat dari hasil penelitian kemudian diuji kebenarannya. Untuk mengetahui
perubahan kemampuan dalam proses pembelajaran permainan sains benda magnit
adalah skripsi percobaan. Adapun perhitungan diperoleh melalui perbandingan
kemampuan permainan sains sebelum menggunakan metode pembelajaran benda magnit
dan sesudah menggunakan metode benda magnit. Apabila ada peningkatan kemampuan
80% dari kemampuan sebelumnya, berarti pembelajaran dengan metode pembelajaran
benda magnit tercapai. Hasil dari
penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran permainan sains menggunakan
metode pembelajaran benda magnit dapat memotivasi dan meningkatkan hasil
belajar anak di TK Dharma Wanita Klokah Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora. Hal
ini dapat dilihat dalam siklus I media yang digunakan kertas lipat dibentuk
kupu – kupu, dengan menggunakan kertas alaska atau kertas karton. Dalam siklus
II peneliti menggunakan magnit dengan bermacam – macam benda yang digunakan
untuk memainkan mobil-mobilan. Hal ini sangat menarik minat dan antusiasnisme
anak dalam mengikuti pembelajaran permainan sains. Hal ini dapat dilihat dari
hasil belajar anak yang meningkat secara signifikan hasil belajar anak dari
sklus I terhadap siklus II, anak kategori mampu mengalami peningkatan pada
siklus I 20% meningkat menjadi 88%, anak yang cukup mampu mengalami penurunan
pada siklus I 40% menjadi 8 % pada siklus II, sedangkan anak yang belum mampu
mengalami penurunan yang signifikan pada siklus I 40% turun menjadi 4% pada
siklus II. Dilihat dari ketuntasan hasil belajar, anak tidak tuntas (belum
mampu) dari siklus I 40% turun menjadi 4%, sedang pada anak yang tuntas (mampu
dan cukup mampu), yaitu pada siklus I 60% meningkat menjadi 96 % pada siklus
II. Saran yang disampaikan adalah: (1) Guru memberikan apersepsi yang menarik
melalui tanya jawab interaktif. (2) Guru melibatkan siswa secara maksimal dalam
permainan sains benda magnit. (3) Guru mengaktifkan siswa melalui tanya jawab.
(4) Guru mengaktifkan siswa dalam berimajimasi. (5) Guru memamfaatkan alat peraga
yang tepat sesuai materi yang akan disampaikan. (6) Guru harus selalu menggali
potensi serta ide-ide baru dalam penerapan proses pembelajaran yang sesuai
kreatif yang dimiliki anak. (7) Orang tua wali hendaknya memperhatikan hasil
belajar anak disekolah. (8) Orang tua / wali diharapkan memberi masukan pada
guru ataupun pihak sekolah tentang hambatan-hambatan anak dalam hasil
pembelajaran di sekolah. (9) Hendaknya sekolah memfasilitasi guru dalam
meningkatkan kemampuan paedagogik melalui diskusi, penataran, pelatihan ataupun
study banding ke sekolah lainnya. (10) Sekolah hendaknya mengadakan pendekatan
dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan di Taman
Kanak-kanak. (11) Sekolah bersama-sama komite membeli sumber dana sebagai upaya
untuk meningkatkan pengadaan sarana prasarana, sehingga proses pembelajaran
yang inovatif dapat terlaksana.
Penulis: Siti Mutmainah
Kode Jurnal: jppaudsddd130058